Urai Kemacetan, Dishub Kota Semarang Pasang Traffic Light di Dekat Jembatan Besi Sampangan
Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, volume lalu lintas di Jalan Dewi Sartika sudah overload atau sudah melebihi batas
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang memasang traffic light atau lampu lalu lintas portabel di persimpangan Jalan Dewi Sartika atau dekat jembatan besi Sampangan, Rabu (12/6/2019).
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan sepanjang Jalan Dewi Sartika yang kerap terjadi ketersendaran arus pada jam-jam sibuk seperti saat aktivitas berangkat maupun pulang bekerja atau sekolah.
Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, volume lalu lintas di Jalan Dewi Sartika sudah overload atau sudah melebihi batas. Dia merinci, volume arus lalu lintas pada saat pagi hari mencapai 3.891 kendaraan per jam.
Sedangkan pada sore hari, volume kendaraan meningkat mencapai 4.058 kendaraan per jam. Padahal, kapasitas jalan tersebut idealnya 2.800 kendaraan per jam. Jika dirasio saat ini kapasitas kendaraan sekitar 1,5 sementara idealnya pada angka 0,75.
"Belum lagi jika ada acara wisuda di universitas yang melintasi jalur ini seperti Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Akademi Pelayaran, dan sebagainya. Oleh karena itu, ini sebagai alternatif yang Dishub ambil sebagai bentuk rekayasa lalu lintas yang mungkin perlu dilakukan," jelasnya.
Dikatakan Endro, Dishub telah melakukan berbagai upaya rekayasa lalu lintas seperti pemasangan traffic cone. Namun, upaya tersebut tidak memberikan dampak yabg signifikan terhadap kemacetan yang hampir setiap hari terjadi pada jam sibuk. Pemasangan lampu lalu lintas ini, diharapkan bisa menjadi upaya mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
"Kami mohon dukungan pengguna jalan terutama yang sering melintas Jalan Dewi Sartika apabila lampu lalu lintas ini diberlakukan ayo bareng-bareng dipatuhi untuk kebaikan bersama," ajaknya.
Dalam pekan ini, traffic light tersebut akan beroperasi. Selama sepekan kedepan, pihak Dishub akan standby untuk memantau dan mengevaluasi rekayasa lalu lintas itu.
"Nanti kami lakukan evaluasi bersama terkait rekayasa ini," ucapnya.
Terkait dengan durasi nyala lampu, Endro sudah memperhitungkan secara matang. Untuk arah dari selatan atau Sekaran Gunungpati dan sebaliknya durasi lampu hijau akan lebih lama daripada arah barat maupun timur. Hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan seperti medan yang curam dari arah selatan dan kepadatan volume kendaraan.
"Dari arah selatan dan utara nanti sekitar 30 detik sedangkan dari timur dan barar durasinya lebih pendek yaitu sekitar 10 detik," sebutnya.
Warga Kelurahan Sukorejo Gunungpati Elfina Eka Febriana mengatakan, hampir setiap berangkat dan pulang kerja kerap terjebak macet di kawasan tersebut. Bahkan kemacetan tidak hanya terjadi di sepanjang Jalan Dewi Sartika saja tapi meluber hingga Jalan Menoreh Raya depan Pasar Sampangan.
Menurutnya, sering terjadinya kemacetan di kawasan tersebut lantaran infrastruktur jalan kurang lebar. Hal ini tidak sebanding dengan kendaraan yang melintas.
"Dengan rekayasa ini mungkin pertama-tama tidak akan menanggulangi kemacetan karena warga sudah terbiasa lewat asal sliwar-sliwer. Tapi, nanti kalau warga sudah tahu dan taat sama aturan dan durasi lampunya pas bisa saja sedikit mengurai kemacetan," terang Elfina.
Menurutnya, rekayasa ini memerlukan proses tidak sebentar. Para pengguna jalan harus disosialisasi terlebihdahulu.
"Tetap harus ada petugas disini dulu. Jangn asal pasang terus tinggal. Ya sama saja nantinya," ujarnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dinas-p.jpg)