Ngopi Pagi
Bledheg Ki Ageng Selo
Ki Ageng Selo, yang makamnya di Desa Selo, Kabupaten Grobogan, juga terkenal dengan nasihat utamanya, atau biasa disebut pepali (larangan)
Penulis: sujarwo | Editor: galih pujo asmoro
PETIR, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan.
Beberapa saat kemudian disusul suara menggelegar yang disebut guruh.
Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.
Begitu dalam literatur tentang petir.
Lebih dari itu, kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran.
Pada sambaran pertama muatan negatif mengalir dari awan ke permukaan tanah.
Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini memiliki listrik dengan jutaan volt.
Satu sambaran petir memiliki energi sebesar kira-kira 20.000 Ampere.
Energi petir tersebut dapat digunakan untuk menyalakan bola lampu 100 watt dalam waktu tiga bulan lebih.
Petir yang memekakkan telinga menyilaukan, menakutkan, akhirnya menjadi sebagai penerang dunia.
Dalam sekali sambaran saja energi listrik petir dapat digunakan untuk menerangi ratusan rumah sekaligus.
Dalam jagad politik, kegaduhan politik yang berpotensi pada konflik, kalau boleh diibartkan, itu bak petir.
Kekiniannya, menyoal sidang sengketa Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).
Ini bisa jadi bak petir yang menyambar-nyambar, bikin rakyat ketakutan, jika disertai berita-berita hoaks, provokasi, dan sejenisnya dari orang yang ingin memperkeruh suasana.
Seperti, jangan sampai, terjadi lagi semacam kerusuhan di sekitar Gedung Bawaslu RI pada 21-22 Mei 2019 silam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sujarwo-atau-pak-jarwo-wartawan-tribun-jateng_20171010_071937.jpg)