Ngopi Pagi
Bledheg Ki Ageng Selo
Ki Ageng Selo, yang makamnya di Desa Selo, Kabupaten Grobogan, juga terkenal dengan nasihat utamanya, atau biasa disebut pepali (larangan)
Penulis: sujarwo | Editor: galih pujo asmoro
Petir, akhirnya mengingatkan Ki Ageng Selo, tokoh spiritual sekaligus leluhur raja-raja Kesultanan Mataram.
Ia dikenal sebagai tokoh penakluk petir, bledheg (dalam bahasa Jawa).
Konon, suatu ketika, saat Ki Ageng Selo sedang bertani di sawah, air hujan turun dengan derasnya disertai dengan petir yang menyambar-nyambar.
Sesaat kemudian petir tersebut akhirnya menyambar Ki Ageng Selo.
Dengan kesaktiannya Ki Ageng Selo dapat menangkap petir itu yang kemudian berubah menjadi seorang kakek tua.
“Wahai halilintar, berhentilah kamu mengganggu para penduduk,” ujar Ki Ageng.
“Baiklah aku tak akan mengganggu penduduk serta anak cucumu,” jawab sang petir.
Oleh Ki Ageng, petir tersebut diikat di pohon Gandrik.
Penduduk sangat lega karena mereka tidak takut disambar petir lagi ketika berada di sawah.
Ki Ageng Selo, yang makamnya di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo 10 km sebelah timur kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan, juga terkenal dengan nasihat utamanya, atau biasa disebut pepali (larangan).
Pepali Ki Ageng Selo, yang kemudian menjadi ikon Kabupaten Grobogan, memuat tujuh pitutur.
Ketujuh pitutur itu yakni ojo agawe angkuh (jangan bertindak angkuh), ojo ladak lan ojo lali (jangan bengis dan jahat), ojo ati serakah (jangan berhati serakah), lan ojo celimut (jangan panjang tangan), ojo mburu aleman (jangan mencari pujian), ojo ladak; wong ladak pan gelis mati (jangan bengis dan emosian, bisa cepat mati) dan ojo ati ngiwo (jangan condong ke kiri).
Menyimak pepali tersebut, kalau dijalani dengan sungguh-sungguh, rasanya, semisal dalam politik, kecil kemungkian bakal terjadi kegaduhan apalagi kerusuhan yang bak petir.
Kalaupun ada perbedaan justru sebagai energi dahsyat yang berujung jadi penerang rakyat.
Makanya tokoh semacam Ki Ageng Selo piawai menaklukkan petir. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sujarwo-atau-pak-jarwo-wartawan-tribun-jateng_20171010_071937.jpg)