Sidang MK Pilpres 2019

Ini 4 Alasan Haris Azhar Tolak Jadi Saksi Prabowo-Sandi saat Sidang Sudah Dimulai

Direktur Lokataru Haris Azhar menolak menjadi saksi sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

KOMPAS.com/Devina Halim
Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar dalam acara diskusi bertajuk Membincang Hukum, HAM, dan Korupsi, di kawasan Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019). 

TRIBUNJATENG.COM- Direktur Lokataru Haris Azhar menolak menjadi saksi sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Melansir dari Youtube KompasTV dengan judul Haris Azhar Tolak Jadi Saksi Prabowo di Sidang MK pada Rabu (19/6/19).

Saat sidang sudah dimulai pada Rabu (19/6/19), Haris Azhar tampak belum hadir saat 15 saksi akan disumpah di sidang MK.

Saat itu diberitahukan bahwa Haris Azhar terlambat datang.

Namun, saat siang tiba-tiba ada surat penolakan menjadi saksi yang dibuat oleh Haris Azhar.

Haris mengatakan bahwa dirinya dan kliennya anggota Polsek Kabupaten Wangi di Garut, Sulman Aziz diminta untuk menjadi saksi atas ketidaknetralan penegak hukum.

Haris Azhar mengaku tidak keberatan lantaran dirinya hanya menjadi kuasa hukum Sulman Aziz.

"Sebenarnya, saya dan Sulman Aziz itu sudah lama dikasih tahu, bakal jadi saksi, karena saya oke saja karena saya kan kuasa hukumnya Salman Aziz jadi saya diminta mendampingi Sulman Aziz," ujar Haris.

Namun, surat pemberitahuan bahwa menjadi saksi itu terlalu mendadak.

"Cuma Sulman Aziz itu polisi, harusnya surat pemberitahuanya jauh-jauh hari. Ini kan baru malam diberitahu. Jadi Sulman Aziz tidak bisa hadir, saya diminta menggantikan," ujarnya.

Lantaran Sulman Aziz tidak bisa hadir, maka dirinya diminta menggantikan.

Setelah berpikir, Haris Azhar memutuskan untuk menolak menjadi saksi Prabowo-Sandi lantaran ia menilai keberadaan dirinya kurang tepat.

"Sampai di situ saya berpikir sampai lewat tadi pagi itu, saya diskusi dengan beberapa teman, dan kayaknya saya enggak tepat karena fungsi saya cuma mendampingi Sulman Aziz," ujarnya.

Haris Azhar menilai bahwa undangan untuk Sulman Aziz terlalu mendadak dan kurang profesional.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved