Sidang MK Pilpres 2019

Ini 4 Alasan Haris Azhar Tolak Jadi Saksi Prabowo-Sandi saat Sidang Sudah Dimulai

Direktur Lokataru Haris Azhar menolak menjadi saksi sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

KOMPAS.com/Devina Halim
Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar dalam acara diskusi bertajuk Membincang Hukum, HAM, dan Korupsi, di kawasan Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019). 

"Yang kedua saya merasa cara mengundang Sulman Aziz itu terlalu mendadak dan kurang profesional lah," ujarnya.

Haris Azhar mengungkapkan, jika dirinya bersedia hadir jika MK yang mengundangnya sebagai saksi, bukan kubu Jokowi maupun Prabowo.

"Yang ketiga saya berharapnya diundang oleh MK lah, bukan BPN ataupun TKN. Kan saya ingin menyampaikan fakta ya, jadi itu yang akan disampaikan oleh BPN bahwa nanti akan minta MK undang si Sulman Aziz.Tapi yang muncul malah kaya saya jadi timnya BPN dan itu yang menurut saya kurang tepat," ujarnya.

Haris Azhar lantas menegaskan bahwa dirinya menolak menjadi saksi.

"Saya tidak bersedia menolak untuk hadir," ujarnya.

Haris Azhar mengatakan bahwa seharusnya yang diundang adalah Sulman Aziz.

"Yang harus diundang itu Sulman Aziz. Bukan saya yang diundang. Sulman Aziz itu kan polisi. Jadi baiknya institusi yang mengundang," jelasnya.

Selain itu, fakta yang ingin diungkap Sulman Aziz adalah tentang undang-undang kepolisian.

"Fakta yang mau disampaikan juga harus berbasis pada UU kepolisian, jadi saya menjaga independensi," ujarnya.

Haris Azhar mengaku memiliki alasan kuat ketika dirinya menolak menjadi saksi yakni berkaitan dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

"Kedua belah pihak ini, 01 dan 02, Capresnya punya masalah dengan HAM. Kenapa juga saya harus memberikan kesaksian buat meringankan atau memberatkan salah satunya, karena siapapun yang terpilih punya problem soal HAM menurut saya sih," ujarnya.

Haris Azhar mengaku sudah memberikan surat penolakan menjadi saksi ke tim Prabowo-Sandi.

"Kalau sudah dikasih tahu sudah jauh-jauh hari, saya juga sudah oke, tapi saya berharap yang mengundang MK, dan ternyata pemberitahuannya terlalu mendadak, lantaran Sulman Aziz punya kantor, dan nggak bisa meninggalkan begitu saja," ujarnya.

Haris Azhar mengaku keberatan jika harus bersaksi lantaran ia menilai bahwa hal itu bertentangan dengan apa yang selama ini ia kerjakan terkait Hak Asasi Manusia (HAM).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved