Jumat Depan, Pemilik Warung Sate Jamu Olahan Anjing di Karanganyar Tidak Boleh Berjualan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar meminta kepada pemilik warung sate jamu atau kuliner olahan daging anjing

Jumat Depan, Pemilik Warung Sate Jamu Olahan Anjing di Karanganyar Tidak Boleh Berjualan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Audiensi Pemkab Karanganyar dengan pemilik warung sate jamu di Ruang Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (20/6/2019). 

Ia mengaku sudah mempersiapkan Perda terkait perlindungan satwa. "Tidak hanya anjing, tapi juga melindungi satwa lain.

Termasuk mengatur cara memelihara dan fungsi pengawasan satwa, agar semua satwa terlindungi dengan baik dari pemburu liar atau mereka yang tidak bertanggung jawab," paparnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, modal awal yang akan diberikan terkait alih profesi itu akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Kan mesti juga cek lapangan. Kita atasi, kita bantu solusi pribadi melalui pendekatan pribadi. Jadi tidak bisa digeneralisasi. Seseorang bisa saja, yang dipakai untuk modal (membuka warung) tidak terlalu besar tapi juga kebutuhan keluarga," tandasnya.

Pemilik warung warga Tasikmadu Karanganyar, Pitut Tri Haryono (54) mengatakan, dengan adanya penutupan warung sate jamu di Karanganyar, ia mengaku akan mengikuti aturan dari pemerintah.

"Nek kula pun manut saking pemerintah, kan nggeh kula warga negara. Diken tutup nggeh tutup. (Saya ikut aturan pemerintah, saya kan warga negara. Kalau disuruh tutup, ya tutup)," terangnya kepada Tribunjateng.com.

Pitut sudah menjajakan daging anjing di warung sekaligus rumahnya selama 5 tahun. "Jualan rica basah dan goreng.

Per porsi makan di tempat Rp 20 ribu, kalau dibawa pulang Rp 15 ribu (daging saja). Sehari omzetnya Rp 200-400 ribu," katanya.

Dalam sehari ia mengaku bisa menghabiskan 2 ekor anjing. Anjing itu dibelinya dari Bekonang dalam bentuk potongan daging. "Harganya berkisar Rp 500 - 800 ribu per ekor," paparnya.

Pemkab Karanganyar menyarankan para pemilik warung untuk beralih profesi. Menanggapi hal itu, Pitut mengaku belum memikirkan hendak beralih usaha apa.

Halaman
123
Penulis: Agus Iswadi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved