52 Ribu Jiwa di Lereng Gunung Slamet Kesulitan Air Bersih

Data dari BPBD Kabupaten Pemalang mencatat, ada 52 ribu jiwa lebih yang mengalami kesulitan air bersih

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Masyarat di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, mengantre untuk mendapatkan air bersih dari BPBD Kabupaten Pemalang, Rabu (3/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Puluhan ribu jiwa di lereng gunung Slamet Kabupaten Pemalang, terdampak kekeringan.

Data dari BPBD Kabupaten Pemalang mencatat, ada 52 ribu jiwa lebih yang mengalami kesulitan air bersih.

Adapun puluhan ribu jiwa yang terdampak mendiami dua kecamatan, yaitu Kecamtan Pulosari dan Belik.

Dijelaskan Wismo Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, 12 desa di Kecamatan Pulosari mengalami kekeringan.

“Sementara di Kecamatan Belik ada 2 desa, yaitu Desa Belik dan Gombong. Jika ditotal ada 14 desa yang terdampak kekeringan, dengan jumlah jiwa mencapai 52 ribu jiwa lebih,” jelasnya, Rabu (3/7/2019).

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarat di 2 kecamatan itu, BPBD melakukan droping air bersih langsung ke masyarakat.

“Ada tiga unit mobil tangki, yang setiap hari melalukan droping air ke masyarakat. Bahkan setu mobil sampai 6 kali melakukan droping dalam sehari, kapasitas tangki mencapai 5.000 liter,” paparnya.

Dilanjutkannya, kekeringan sudah terjadi dua bulan terakhir, dan hanya satu mata air yang dapat dimanfaatkan, yaitu mata air Lungsir yang ada di Desa Karangsari, Kecamatan Pulosari.

“Hanya sumber di Desa Karangsari yang bisa dimanfaatkan, sedangkan sumber yang lain sudah kering,” katanya.

Ditambahkannya, lewat keputusan Bupati, Pemkab mencanangkan bulan rawan kekeringan mulai 17 Juli hingga Oktober.

“Ini baru awal kemarau, dan prediksi puncak kemarau akan terjadi pada bulan Agustus mendatang,” tambahnya. (Bud)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved