Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wali Murid Berharap Sistem Zonasi PPDB Juga Memperhatikan Jumlah Pertumbuhan Penduduk

Mega (40), warga Tembalang, Kota Semarang datang ke SMA Negeri 1 Ungaran pada Kamis (4/7/2019) siang untuk memastikan posisi anaknya.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: suharno
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Mega (40), warga Tembalang, Kota Semarang menanyakan pada panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMA Negeri 1 Ungaran terkait status calon siswa bagi anaknya, Farrek (15) pada Kamis (4/7/2019) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Mega (40), warga Tembalang, Kota Semarang datang ke SMA Negeri 1 Ungaran pada Kamis (4/7/2019) siang untuk memastikan posisi anaknya, Farrel (15) calon siswa di sekolah tersebut.

Pasalnya, semalam ia melihat anaknya ada di peringkat 50, sekarang ada di 60 dari kuota sejumlah 73 orang yang mendaftarkan melalui jalur prestasi.

Farrel merupakan alumnus SMP Negeri 27 Semarang, Ngesrep, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang yang tak bisa menembus di SMA Negeri 4 Kota Semarang, SMA Negeri 9 Kota Semarang, dan SMA Negeri 11 Kota Semarang.

"Tapi saya sudah tidak mungkin kan karena jarak saya ke sekolah-sekolah itu paling dekat 4,8 kilometer, sementara di SMA 4 dan SMA 9  Semarang yang diterima zona maksimal 1,8 kilometer. Kan udah nggak mungkin," keluhnya.

148 Bencana Alam Telah Terjadi di Kabupaten Semarang Sepanjang Tahun 2019

Ia pun memilih memasukkan putranya melalui jalur prestasi luar zona dengan nilai 30,8.

Mega mengaku ia berkeras memasukkan Farrel ke sekolah negeri di mana pun yang masih membuka kesempatan karena menurutnya sekolah negeri sudah memiliki standar yang baik.

Namun bila akhirnya harus bersekolah di sekolah swasta, ia masih bingung.

Pasalnya ia mengaku pilihan sekolah swasta yang tersedia seringkali sekolah keagamaan.

Untuk sekolah swasta yang berkualitas merupakan sekolah keagamaan yang berbeda dengan keyakinannya sehingga Mega mengaku masih belum bisa sangat bimbang.

Untuk penutupan pendaftaran mandiri pada Jumat (5/7/2019) esok, Mega mengaku masih harap-harap cemas dengan nasib anaknya.

Meski demikian, ia menyatakan hanya bisa berdoa dan mencoba ke SMA Negeri 2 Ungaran sebagai upayanya.

Baginya, baik sekolah di Kota Semarang maupun Kabupaten Semarang tidak jauh berbeda dengan durasi dan jarak tempuhnya.

"Ini kayak becandaan aja sebenernya, becandaan yang nggak lucu," ujarnya.

Mega mengatakan penerapan sistem baru zonasi sangat ia dukung, namun pertimbangkan pula jumlah dan pertumbuhan penduduk di wilayah tersebut.

Menurutnya, di Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang hanya terdapat dua SMA negeri sementara ada empat SMP negeri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved