Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

DPRD Temanggung Setujui Rancangan KUA-PPAS Tahun 2020, Harus Ada Rasionalisasi Defisit

Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Temanggung, menyetujui rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Penulis: yayan isro roziki | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO ROZIKI
Bupati Temanggung, Al Khadziq, menandatangani pengesahan rancangan KUA-PPAS yang telah disetujui, disaksikan pimpinan DPRD Temanggung, dalam rapat paripurna, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Temanggung, menyetujui rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2020, dalam rapat paripurna yang digelar Rabu (10/7/2019).

Dalam rancangan KUA-PPAS yang telah disetujui tersebut, terdapat defisit anggaran lebih dari Rp101 miliar.

Rinciannya, pendapatan daerah dalam rancangan tersebut dipatok Rp1,930 triliun.

Berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp260,391 miliar, dana perimbangan Rp1,229 trilin.

Serta, pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp440,652 miliar.

Ditipu Penyalur TKI dan Uangnya Raib, Awal Kisah Sukses Anik Jadi Pengusaha Jamur Krispi

Di sisi lain, dalam rancangan tersebut belanja daerah diperkirakan mencapai Rp2,32 trilun.

Walhasil, ada defisit anggaran sekitar Rp101,446 miliar. ‎

Juru bicara Fraksi Partai Kebangkita Bangsa (FPKB) DPRD Temanggung, Umi Tsuaibah, mengatakan fraksinya dapat menerima keputusan badan anggaran, tapi dengan berbagai masukan dan saran.

Menurutnya, postur rancangan KUA-PPAS yang ada belumlah ideal.

"Karena itu, kami mendorong‎ adanya rasionalisasi terhadap anggaran yang belum prioritas, ‎dalam penyusunan rancangan kerja dan anggaran (RKA) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD)," ‎tuturnya.

Sementara, di sisi lain, pendapatan asli daerah harus digenjot.

Utamanya, dari retribusi parkir dan retribusi pasar, yang selama ini belum optimal. ‎

‎"Untuk itu, mohon ada perhatian khusus," imbuhnya.‎

Senada disampaikan juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP), Guruh Saputro.

Menurutnya, postur rancangan yang ada saat ini belum ideal, lantaran masih ada defisit yang cukup besar.

Sehingga, akan berakibat kepada pembiayaan daerah.

Bupati Batang Serahkan Tanah 9,2 Hektar ke Undip Semarang untuk Bangun Dua Fakultas

"Kami melihat, bahwa posisi defisit kita masih terlalu tinggi. Akibatnya, pembiayaan daerah untuk menutup defisit tersebut dianggarkan dari sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya, Rp116 miliar, masih kurang sesuai. Untuk itu, nanti harus ada penyesuaian," ujarnya.

‎Bupati Temanggung, M Al Khadziq, mengatakan dalam rancangan ini dana-dana transfer diposisikan masih 'dinolkan' semua. Sehingga, masih dihitung masuk dalam rancangan tersebut.

"Bantuan keuangan pusat, bantuan keuangan provinsi, kemudian dana bagi hasil, Silpa tahun sebelumnya, dan lainnya. Dari situ nanti kira-kira bisa tertutup defisitnya," ujarnya. (Tribun Jateng/yan)‎

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved