Effendi Gazali Juluki Perbincangan Jokowi dan Prabowo di MRT adalah Obrolan Senyap
Budayawan Sudjiwo Tedjo, Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali menyebut obrolan Jokowi dan Prabowo di MRT adalah obrolan senyap.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Budayawan Sudjiwo Tedjo, Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali menyebut obrolan Jokowi dan Prabowo di MRT adalah obrolan senyap.
Hal tersebut disampaikannya di acara Rosi yang tayang pada Kamis (19/7/19).
Di acara tersebut hadir Budayawan Sudjiwo Tedjo, Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali, Pakar Psikologi Politik UI Prof Hamdi Muluk, Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari.
"Tolong berikan komentar 1 kata, komentar anda terkait pertemuan Jokowi dan Prabowo," ujar Rosi selaku pembawa acara.
Mulanya, Effendi Ghazali menilai pertemuan Jokowi dan Prabowo sangat asyik.
"Itu asyik, tapi secara pertemuan keduanya sebagai simbol yang kalah memberi selamat kepada yang menang," ujar Effendi.
"Asyik itu karena itu semua lintasan sejarah yang tepat pada waktunya. Sejak keputusan MK dari 28 Juni ke 27, itu tepat lho pas Pak Jokowi diajukan G20, sama yang ini, tepat sehari sebelum peringatan sentul
"Ini perjalanannya pas," ujar Effendi Ghazali.
Effendi lantas mengatakan bahwa
"Belum kita dengar sejak 14 April, belum ada pidato ucapan selamat secara resmi," ujar Effendi.
Effendi lantas menilai obroloan Jokowi dan Prabowo di MRT merupakan obroloan senyap
"Tapi pertemuan itu senyap itu betul, karena 2 tokoh ngobrol di MRT yang suara mesinnya kencang," ujarnya.
Meski demikian, Effendi Ghazali menilai gaya kedua tokoh sangat bagus, terlihat akrab dan menyejukkan.
"Tetapi kedua tokoh itu gesturenya bagus, keduanya saling bersalaman berkali-kali dan mengucapkan selamat, itu inti pokoknya," ujar Effendi Ghazali.
Jokowi dan Prabowo bertemu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/saat-jokowi-dan-prabowo-bersama-menaiki-kereta-mrt.jpg)