Kritik Pansel KPK, Haris Azhar: Masak Mau Seleksi Tim Buaya, Tim Seleksinya Kecoa
ariz Azhar mengatakan bahwa kualitas panitia seleksi (pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak muncul kualitasnya.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Direktur Lokataru, Haris Azhar mengatakan bahwa kualitas panitia seleksi (pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak muncul kualitasnya.
Hal tersebut disampaikan Hariz Azhar saat di acara ILC yang diunggah di akun Youtube Indonesia Lawyers Club pada Selasa (23/7/19).
Haris Azhar mengatakan bahwa selama ini KPK dan Polri kerap berselisih.
"Ini rame karena pertama soal polisi, karena selama ini KPK ramenya sama polisi," ujar Haris Azhar.
Kemudian Haris mengatakan bahwa saat ini banyak polisi yang baik.
"Polisi yang baik di KPK banyak, polisi yang baik yang nggak masuk KPK juga banyak, yang ribut ketegangan polisi dengan KPk juga banyak," ujar Haris Azhar.
Haris lantas mengatakan bahwa selama ini polri dan KPK memiliki ketegangan yang berjilid-jilid.
"Kita gara-gara ada materi historis selama ini nggak tertib mengelola konflik, bahwa ketegangan polri dengan KPK memiliki sejarah yang berjilid jilid," ujar Haris.
"Periode ini kita gagal mengelola konflik yang lebih canggih sehingga nggak muncul kontradiksi yang positif," imbuh Haris.
Soal calom pimpinan KPK yang berniat mengabdi adalah hak warga negara.
"Dan sekarang ini muncul di beberapa nama dan purnawirawan dalam pendekatan Hak atas pekerjaan, setiap orang berhak untuk mendaftar, soal bela negara setiap orang berhak untuk mengabdi," ujar Hariz.
Lantas, Haris mengkritik lantaran saat ini kualitas pansel tidak terlihat.
"Yang disesali oleh pansel adalah tidak muncul kualitas dari seorang pansel," ujarnya.
Haris lantas blak-blakan bahwa dirinya tidak melihat kualitas pansel.
"Masak mau seleksi buaya, tim seleksinya kecoa, kan nggak mungkin, ibarat katanya, saya mau bilang, kita mau cari orang luar biasa, panselnya juga harus luar biasa, intrumentnya juga harus luar biasa, kewenanangannya sudah dikasih melalui keputusan presiden (kepres), yang memilih pansel ini kan bukan kumpulan RT dari berbagai provinsi, tapi presiden, tapi saya nggak melihat kualitasnya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/haris-azhar-kritik-kualitas-pansel-kpk.jpg)