Warga Muktiharjo Lor Kesulitan Air Bersih, BPBD Semarang Kirim Dua Tangki
Kekeringan di musim kemarau melanda sejumlah daerah Kota Semarang. Satu di antaranya RW 3 dan 4 Sendang Indah RT 03/ RW 03 Kelurahan Muktiharjo Lor
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: galih pujo asmoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kekeringan di musim kemarau melanda sejumlah wilayah Kota Semarang.
Satu di antaranya RW 3 dan 4 Sendang Indah RT 03/ RW 03 Kelurahan Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
Ketua RW 4 Rusyanto mengatakan, warganya sudah mengalami krisis air sejak tiga bulan yang lalu.
Krisis air diperparah dengan matinya aliran dalam hari hari terakhir.
"Di tempat saya RW 4 mati sejak 2 hari lalu."
"Sebelumnya tidak lancar namun terus kita usahakan untuk memperbaiki pompanya," jelas Rusyanto, Kamis (25/7/2019).
Meski pompa air sudah diperbaiki karena adanya penyumbatan sedimen tanah, Rusyanto meneruskan, air tak kunjung mengalir.
Menurutnya, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, air yang biasanya mengalir 1 jam per hari per KK itu hanya mengalir lima menit.
Hal lebih parah dirasakan keluarga yang rumahnya berada di tempat lebih tenggi dengan menerima debit air artetis bak tetesan kran.
Untuk mandi dan mencuci, warga memanfaatkan sumur tetangga.
Sementaran untuk masak dan minum, mereka membeli 5-10 galon tiap harinya.
"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang kebetulan ada sumur buat mandi nyuci bisa."
"Yang lain masak ngangsu ke daerah lain atau beli galonan karena air sumur tidak bisa untuk masak," terang Rusyanto.
Mendapat laporan dari warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang segera merespon.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Kota Semarang, Agoes Harmunanto mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PDAM Kota Semarang mengirimkan 2 tanki air dengan volume 5.000 liter ke RW tersebut.
Menurut Agoes pihaknya mendapat laporan terjadi kekurangan debet ait sumur artetis disertai pompa air rusak.
"Kita kirimkan 2 tanki hari ini."
"Jadi total hingga hari ini sebanyak 10 tanki sudah diterjunkan di beberapa tempat seperti Muktiharjo Lor, Rowosari, Delik, dan Jatibarang," jelas Agoes. (Saiful Ma'sum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kesesi_20180807_195926.jpg)