Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

PLTS Jadi Tren, Industri di Semarang Mulai Beralih ke Energi Surya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kian dilirik sebagai solusi energi di tengah dorongan efisiensi dan transisi menuju energi ramah lingkungan

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/budi susanto
PLTS JADI TREN - Engineering Listrik PLN IP Semarang, Edwin Widodo, memaparkan perkembangan dan tren pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) saat presentasi di Semarang, Rabu (15/4/2026). Ia menjelaskan implementasi PLTS yang mampu menekan konsumsi energi listrik sekaligus mendukung transisi menuju energi ramah lingkungan.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kian dilirik sebagai solusi energi di tengah dorongan efisiensi dan transisi menuju energi ramah lingkungan. 

Tak hanya masyarakat, sektor industri pun mulai serius mengadopsi teknologi ini untuk menekan biaya operasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi konvensional.

Di Semarang, tren ini mulai terlihat dari langkah PLN IP Semarang yang mengembangkan PLTS di kawasan pembangkit Tambaklorok. 

Proyek ini bukan sekadar uji coba, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Engineering Listrik PLN IP Semarang, Edwin Widodo, menyebut penggunaan PLTS semakin relevan di tengah kebijakan efisiensi energi yang didorong pemerintah.

“PLTS sekarang jadi tren. Selain mendukung program energi baru terbarukan, juga membantu efisiensi pemakaian listrik,” ujarnya kepada Tribun Jateng, Rabu (15/4/2026).

PLTS di Tambaklorok sendiri telah beroperasi sejak 2023 dan kini memasuki tahap kedua pada 2026. 

Sistem ini digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik internal, mulai dari operasional gedung hingga pompa pengendali banjir di area pembangkit.

Hasilnya mulai terasa. Penggunaan PLTS mampu menekan konsumsi listrik hingga sekitar 10 persen di blok 1 pembangkit Tambaklorok.

Tak hanya itu, sistem PLTS yang digunakan juga sudah berbasis teknologi inverter otomatis dan dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi. 

Hal ini memudahkan pengelolaan sekaligus memastikan efisiensi berjalan optimal.

Secara produksi, PLTS tahap kedua dengan kapasitas 585 rangkaian panel surya (PV array) menghasilkan sekitar 130.000 kWh listrik per bulan. 

Jika digabung dengan tahap pertama, total produksi mencapai sekitar 200.000 kWh setiap bulan.

Menariknya, sistem yang digunakan bersifat off-grid, di mana pembangkit bekerja mandiri pada siang hingga sore hari, menyesuaikan dengan intensitas sinar matahari.

Pengembangan ini belum berhenti. PLN IP juga merencanakan tahap ketiga pembangunan PLTS yang akan berlokasi di Karimunjawa. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved