Pemkab Brebes Siapkan DED Pembangunan Museum Situs Buton Tahun Ini
Pemkab Brebes berencana membangun sebuah museum di wilayah Bumiayu untuk menyimpan berbagai temuan fosil manusia purba
Penulis: m zaenal arifin | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Pemkab Brebes berencana membangun sebuah museum di wilayah Bumiayu untuk menyimpan berbagai temuan fosil manusia purba dan benda purbakala di kawasan situs Bumiayu-Tonjong (Buton).
Sekda Brebes, Djoko Gunawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beberapa lokasi yang akan dijadikan museum. Hanya saja, dari beberapa lokasi itu nantinya akan ditentukan yang paling cocok.
"Memang sudah ada beberapa tempat yang kami siapkan untuk pembangunan museum. Tapi belum kami tentukan lokasi pastinya. Sudah kita koordinasikan, tinggal clear and clean," kata Djoko saat ditemui di kantornya, Rabu (31/7/2019).
Pembangunan museum situs Buton tersebut sebagai respon berbagai temuan fosil purba dan benda bersejarah oleh tim Arkeolog Yogyakarta. Di samping itu, juga sebagai tindak lanjut pertemuan antara tim Arkeolog dengan Bupati Brebes.
Djoko menuturkan, sebagai persiapannya, akan dibuatkan detail enginering design (DED) pada 2019 ini. Jika DED sudah selesai, maka Pemkab tinggal mengalokasikan anggaran untuk pembangunan museumnya.
"Yang pasti, untuk DED pada anggaran perubahan 2019 ini. Pembangunannya kami harapkan bisa secepatnya di 2020. Tapi menyesuaikan anggaran juga. Untuk kebutuhan lahan sekitar 1 hektar," paparnya.
Dengan adanya museum di situs Buton tersebut, Djoko berharap, dapat digunakan sebagai tempat untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang manusia purba yang usianya 300.000 tahun lebih tua dari situs Sangiran.
"Dari sisi pendidikan, kita harapannya lebih banyak anak didik bisa belajar di museum tersebut. Kemudian juga sektor pariwisata di Brebes dapat berkembang," harapnya.
Sementara itu, tim arkeolog daei Balai Arkeologi Nasional Yogyakarta, Harry Widianto menyampaikan, pembangunan museum menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Brebes. Tim arkeolog hanya fokus pada proses ekskavasi di Situs Buton.
"Kami tugasnya melakukan ekskavasi. Kemudian temuan itu harus dikonservasi, dipelihara, dilestarikan, lalu dikembangkan informasinya ke masyarakat melalui pembangunan museum. Dan itu tugas Pemda," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Brebes terkait pembangunan museum tersebut. Dari pertemuannya, Pemkab Brebes akan membangun museum untuk menampung fosil fosil temuan.
"Respon bupati sangat bagus dan langsung berencana membangun museum," ucapnya.
Seperti diketahui, tim arkeolog dari Balai Arkeologi Nasional Yogyakarta beberapa kali menemukan fosil purba dan benda peninggalan sejarah di wilayah selatan Kabupaten Brebes.
Yaitu temuan fosil tulang manusia di Situs Bumiayu. Tepatnya di Sungai Cisaat, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Fosil yang ditemukan berupa dua tulang bonggol atau paha dari manusia purba.
Temuan lainnya yaitu bangunan candi peninggalan sejarah di wilayah selatan Kabupaten Brebes. Kali ini temuan diperoleh di Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. (Nal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/karsono-penemu-fosil_20161123_170906.jpg)