Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kemacetan di Kendal

Pantura Brangsong Kendal Macet 3 Kilometer Imbas Pengecoran Jalan, Polisi Berlakukan Contraflow

Kemacetan panjang sekitar 3 kilometer dari depan Polsek Brangsong hingga Pantura jalan lingkar dekat Kawasan Industri Kendal.

TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
PERBAIKAN JALAN - Proyek pengecoran jalan di jalur Pantura Brangsong Kendal sudah dimulai, Senin (13/4/2026). Simpul kemacetan mulai terlihat saat waktu pulang kerja hingga mencapai 3 kilometer.  

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kemacetan panjang sekitar 3 kilometer dari depan Polsek Brangsong hingga Pantura jalan lingkar dekat Kawasan Industri Kendal (KIK), sempat terjadi di jalur Pantura Brangsong Kendal arah Jakarta, Senin (13/4/2026) sore mulai pukul 16:00 WIB.

Kemacetan itu merupakan dampak dari proyek pengecoran jalan Pantura di Kabupaten Kendal yang telah dimulai hari ini. 

Pengecoran dilakukan di dua titik, yakni Pantura Brangsong dan Weleri dekat perbatasan dengan Pantura Kabupaten Batang. 

Pantauan di lokasi, rambu-rambu peringatan pengerjaan jalan telah terpasang di jalur batas Kota Semarang - Kendal dan Batang - Kendal.

Baca juga: Pemkab Kendal Santuni Korban Kebakaran Rumah Desa Bulak

Baca juga: 2 Tewas Pasca Motor Tabrak Tronton Parkir di Pantura Batang, Korban Warga Kendal

Meskipun dalam rambu tertulis imbauan kendaraan muatan berat diimbau masuk tol, namun masih banyak kendaraan berat yang tetap nekat melewati jalan Pantura.

Alhasil, di Pantura Brangsong mulai muncul simpul kemacetan dari arah Semarang saat jam pulang kerja.

Di jalur menuju arah barat itu, petugas telah menutup sebagian jalan untuk proyek pengecoran. 

Di momen itu pula, terdapat sejumlah pengendara motor yang nekat melawan arus demi menghindari kemacetan.

Seorang pengguna jalan, Zainudin mengatakan dirinya terjebak kemacetan selepas pulang kerja dari KIK. Namun dia tetap berada di jalur utama dan tak berani melawan arus demi keselamatan.

"Pas berangkat enggak kena macet karena yang perbaikan arah ke barat. Sedangkan saya berangkat arah ke timur," katanya.

Dia menambahkan, dirinya mau tak mau harus menembus kemacetan di antara sela truk-truk besar. Zainudin sebenarnya bisa menggunakan jalan alternatif lewat Kaliwungu.

Namun untuk menuju ke rumahnya di Cepiring, dia menilai membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.

"Belum lagi di Kaliwungu sama Pasar Srogo juga macet kalau pagi sama sore. Sama saja aslinya," imbuhnya.

Pengendara motor lain, Nindy mengatakan jalur Pantura Brangsong memang butuh perbaikan. Dia yang setiap hari melewati jalan itu mengaku harus lebih waspada karena kontur aspalnya yang bergelombang.

"Di sini memang jalannya bergelombang, jadi sudah waktunya diperbaiki. Dicor malah lebih bagus enggak perlu nambal-nambal," tuturnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved