Piutang Iuran BPJS Ketenagakerjaan Temanggung Capai Rp3,2 Miliar

Piutang dari tunggakan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kabupaten Temanggung capai Rp3,2 miliar.

Piutang Iuran BPJS Ketenagakerjaan Temanggung Capai Rp3,2 Miliar
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Piutang dari tunggakan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kabupaten Temanggung cukup besar.

Hingga akhir Juli 2019 kemarin, nilai piutang BPJS Ketenagakerjaan cabang pembantu (Capem) Temanggung di kisaran Rp3,2 miliar.

‎"Ada sejumlah perusahaan yang masih menunggak, total tunggakannya lebih dari Rp3 miliar," ujar Kepala BPJS Kesehatan Capem Temanggung, Albertus Wahyudi Setya Basuki, Kamis (1/8/2019).

Disampaikan, perusahaan yang menunggak pembayaran didominasi oleh perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan serta perusahaan otobus.

Ketika ditagih, sambung Wahyudi, rata-rata mengaku kondisi keuangan perusahaan sedang tidak bagus.

DPRD: Likuidasi BKK Pringsurat Temanggung Tak Gugurkan Kewajiban ‎Pengembalian Dana Nasabah

Lantaran, harga kayu dan lainnya belum berpihak ke pengusaha.

"Kami keliling ke perusahaan-perusahaan. Ngakunya masih ada kendala keuangan, iklim usaha perkayuan belum berpihak ke pengusaha, begitu kata mereka," tuturnya.

Diuraikan, terdapat beberapa klasifikasi piutang dari tunggakan iuran tersebut.

Yakni, tunggakan lancar, kurang lancar, diragukan, dan tunggakan macet‎.

"Tunggakan lancar dan kurang lancar itu bila tunggakan ‎enam bulan ke bawah. Bila tunggakan enam bulan lebih, bisa dikategorikan tunggakan diragukan atau pun tunggakan macet," urainya.

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved