Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sempat Viral, Ini Kondisi Rumah Bayi Pengidap Bibir Sumbing Asal Karanganyar Terkini

Keluarga tersebut kini tinggal di bangunan semi permanen berdinding anyaman bambu seluas 4x6 meter yang letaknya berada di belakang rumah orangtua Sup

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Kondisi rumah milik keluarga Henu, Dusun Sumberejo I Desa Pojok RT 1/2 Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kondisi Pasa Nur Rahmadany (2 bulan), bayi penyandang tuna daksa warga Dusun Sumberejo I Desa Pojok RT 1/2 Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar, menarik simpati banyak orang sejak viral di Medsos pada Senin (29/7/2019) lalu.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengajak para netizen untuk memberikan donasi kepada bayi pengidap bibir sumbing, putri kedua dari pasangan suami istri (Pasutri), Henu Sudarmono (48) dan Suparmi (38).

Pasutri tersebut dikaruniai dua buah hati. Putri pertama, Zahfa Cahaya PR yang kini duduk di kelas 1 SD dan putri keduanya, Pasa Nur Rahmadany yang kini berumur sekitar 2 bulan.

Keluarga tersebut kini tinggal di bangunan semi permanen berdinding anyaman bambu seluas 4x6 meter yang letaknya berada di belakang rumah orangtua Suparmi.

Ketika Tribunjateng.com menyambangi tempat tinggal keluarga Henu, tampak Suparmi sedang menggendong buah hatinya itu sambil memberikan susu formula melalui dot botol susu.

Suparmi saat menggendong putri keduannya, Pasa.
Suparmi saat menggendong putri keduannya, Pasa. (Tribun Jateng/ Agus Iswadi)

Untuk dapat sampai di tempat tinggal keluarga Henu, tidak ada akses utama menuju rumahnya kecuali melewati rumah neneknya terlebih dahulu atau melewati lahan kosong yang berada di sebelah utara rumahnya.

Keluarga tersebut pindah dari Gaum Tasikmadu dan tinggal di dekat rumah neneknya sejak dua tahun lalu.

Sehari-hari, Henu bekerja sebagai tukang parkir di Rumah Makan (RM) daerah Karanganyar Kota, sedangkan sang istri sebagai ibu rumah tangga.

"Ya penghasilan rata-rata Rp 70 ribu- Rp 100 ribu lebih perhari. Itu untuk kebutuhan sehari-hari," terang Henu.

Ketua RT 1/2 Dusun Sumberejo I, Prayoga mengatakan, sejak viral di medsos, tamu dari luar desanya mulai berdatangan ke rumah Henu sejak Selasa (30/7/2019).

"Mereka datang dari pagi hingga malam. Beberapa warga sekitar bertanya kepada saya, kok banyak rombongan berdatangan itu acara apa," katanya saat ditemui Tribunjateng.com di rumahnya.

Kondisi rumah milik keluarga Henu, Dusun Sumberejo I Desa Pojok RT 1/2 Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar
Kondisi rumah milik keluarga Henu, Dusun Sumberejo I Desa Pojok RT 1/2 Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar (Tribun Jateng/ Agus Iswadi)

Adapun, rumah Prayoga, selaku RT letaknya berada di sebelah utara, tidak jauh dari tempat tinggal Keluarga Henu. Hanya terpisah lahan kosong yang tidak begitu luas.

Kepada Tribunjateng.com, Henu mengaku sejak kecil telah mengidap bibir sumbing, mengaku tidak ingin apa yang dialaminya sejak kecil dirasakan oleh putrinya, Pasa.

"Waktu SD ada rasa tidak percaya diri. Tapi ketika SMP rasa itu mulai hilang," kata Laki-laki 45 tahun itu.

Ia berharap anaknya bisa tumbuh layaknya perempuan pada umumnya. Akan tetapi keinginan itu harus tertunda lantaran kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk melakukan operasi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved