Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Heboh! Kepala BKD Mundur hingga Isu Ancaman Pembunuhan dalam Pelantikan Sekda

Kepala BKD Bondowoso Alun Taufana Sulistyadi menceritakan kejadian pengunduran dirinya serta soal intimidasi Sekda Syaifullah pada Kamis (1/8/2019).

(Dok. http://bkd.bondowosokab.go.id)
Kepala BKD Bondowoso Alun Taufana saat dilantik oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin pada April 2019. Ia merupakan pejabat yang terpilih menduduki posisi Kepala BKD melalui proses open bidding sejak Februari 2019. Belakangan Alun meminta mundur lantaran berpolemik dengan Sekda Syaifullah menjelang acara pelantikan Syaifullah pada Selasa (30/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BONDOWOSO -- Mundurnya Kepala Badan kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menjadi pembicaraan lantaran dilakukan secara mendadak dan dibumbui isu adanya intimidasi dan ancaman pembunuhan oleh Sekda Kabupaten Bondowoso Syaifullah.

Kepada Kompas.com, Kepala BKD Bondowoso Alun Taufana Sulistyadi menceritakan kejadian pengunduran dirinya serta soal intimidasi Sekda Syaifullah pada Kamis (1/8/2019).

Menurut Alun, dia mengaku memilih mundur dari jabatannya, lantaran mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari Sekda Syaifullah pada Senin (29/7/2019).

Perlakuan tidak mengenakkan itu terjadi sebelum acara pelantikan Syaifullah sebagai Sekda, yakni pada Selasa (30/7/2019). Syaifullah menggantikan Sekda lama, Sholikin.

 Menurut Alun, pada Senin, calon Sekda (Syaifullah) mendatangi kantor BKD untuk keperluan pelantikan Sekda. Petugas itu sendiri tengah meminta nomor di bagian hukum.

Syaifullah yang mendatangi petugas itu kemudian marah dan mempersepsikan petugas BKD lamban, dan tidak mengindahkan perintah Bupati (tentang pelantikan Sekda).

Tidak hanya marah- marah, Syaifullah saat itu juga mengancam akan memindahkan seluruh staf BKD, bahkan mengancam akan memenjarakan mereka.

“Kami (BKD) sudah bekerja sesuai aturan, bagian umum juga sudah bergerak untuk membuat undangan untuk lima orang pejabat luar daerah sesuai perintah calon Sekda," kata Alun yang dihubungi melalui telepon, Kamis.

"Namun ketika dimintai klarifikasi oleh bagian umum, BKD belum bisa memberi kepastian tentang rencana pelantikan karena belum mendapatkan perintah langsung dari bupati,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Alun sendiri merupakan pejabat karir yang mengisi lowongan Kepala BKD melalui proses open bidding yang panjang sejak Februari 2019.

Alun baru dilantik oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin pada 18 April 2019. Saat itu, ia dilantik bersama Sekda lama yang juga naik melalui proses open bidding, Sholikin.

Dalam kesempatan itu, Alun mengaku meminta mundur dari jabatanya atau meminta pensiun dini.

Hal itu dilakukan lantaran kejadian tidak mengenakkan dari calon Sekda, serta ada ancaman pembunuhan ke dirinya.

Namun, ketika disinggung tentang ancaman pembunuhan itu, Alun saat dikonfirmasi Kompas.com, mengaku enggan menjelaskannya. Dia mengaku tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut.

“Sudah tidak usah diperpanjang lagi mas, saya tidak ingin kondisinya semakin gaduh,” pintanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved