Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Link Live Streaming ILC TVOne Selasa 6 Agustus 2019, jam 20.00 WIB: PLN Sekarat, Listrik Mati

Link live streaming ILC malam ini, Selasa 6 Agustus 2019 jam 20.00 WIB. ILC malam ini bertema PLN Sekarat, Listrik Mati

Tayang:
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
screen shot Youtube
ILC Hari Ini - Topik Panas ILCTVOne Ulik Perang Badar dan 'Puisi Kontroversial Neno Warisman', LIVE 

TRIBUNJATENG.COM- Link live streaming ILC malam ini, Selasa 6 Agustus 2019 jam 20.00 WIB.

ILC malam ini bertema PLN Sekarat, Listrik Mati

"LISTRIK PADAM. Jawa-Bali gelap gulita. Lalu-lintas semrawut, transportasi mandek, roda perekonomian terganggu. Benarkah Ibu Kota lumpuh? Apakah PLN sekarat? Siapa yg bertanggung jawab? | "PLN SEKARAT, LISTRIK MATI!" | MALAM INI LIVE Pkl 20.00 WIB tvOne #ILCPLNSekarat @karniilyas," tulis akun ILCTV1.

Diketahui, adamnya listrik yang berdampak besar terhadap masyarakat, terutama di Jawa, tidak hanya terjadi kemarin, Minggu (4/8/2019).

Presiden Joko Widodo mengingatkan PT PLN Persero sebagai penyedia layanan listrik di Indonesia, peristiwa padamnya listrik itu juga pernah terjadi belasan tahun lalu.

"Pernah kejadian pada 2002 di Jawa dan Bali. Mestinya itu bisa jadi pelajaran bersama," kata Jokowi, yang mendatangi langsung direksi PLN di kantor pusat PLN, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (5/8/2019).

"Jangan sampai kejadian yang pernah terjadi, kembali terjadi lagi," ucap Presiden Jokowi.

Bahkan, Presiden Jokowi heran saat PLN terlihat tidak dapat berbuat banyak saat listrik padam. Padahal, PLN terbilang sebuah perusahaan besar.

"Dalam sebuah manajemen besar seperti PLN mestinya, menurut saya, ada tata kelola risiko-risiko yang dihadapi," ucap Jokowi kepada direksi PLN.

"Dengan manajemen besar tentu saja ada contingency plan, backup plan (rencana cadangan). Pertanyaan saya, kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan baik," kata Kepala Negara.

Jokowi menilai, peristiwa padamnya listrik kemarin tidak hanya merugikan PLN sebagai badan usaha milik negara.

"Kita tahu ini tidak hanya bisa merusak reputasi PLN, tetapi juga di luar PLN. Terutama konsumen sangat dirugikan," ucap Jokowi.

Jokowi kemudian menyinggung soal pelayanan transportasi umum yang terganggu karena padamnya listrik.

"Pelayanan transportasi umum sangat berbahaya sekali, MRT misalnya. Oleh sebab itu pagi hari ini saya ingin mendengar langsung, tolong disampaikan yang simpel-simpel saja," kata Jokowi.

"Kemudian kalau ada hal yang kurang ya blak blakan saja. Sehingga bisa diselesaikan dan tidak terjadi lagi untuk masa masa yang akan datang," tutur Kepala Negara.

Dalam pertemuan itu, Presiden terlihat didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian.

Sementara di ruang rapat itu, hadir belasan jajaran PT PLN Persero, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani.

Diduga karena pohon tumbang

Sebatang pohon yang melebihi batas ketinggian seharusnya di Gunungpati Semarang diduga menjadi penyebab kerusakan di sebuah tower transmisi listrik sehingga terjadi pemadaman listrik di hampir seluruh Pulau Jawa dan Bali.

Polda Jateng sudah mengecek tower transmisi di Gunungpati itu sebagai tempat kejadian perkara (TKP) terkait padamnya listrik sejak Minggu (4/8/2019) siang.

"Kerusakan, diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW (right of way) sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2019).

Oleh karena itu, dugaan sementara polisi adalah pemadaman listrik diduga diakibatkan faktor alam dan teknis.

Dengan demikian, polisi hingga saat ini menilai bukan faktor kesalahan manusia maupun dugaan sabotase yang menyebabkan padamnya listrik.

Kendati demikian, tim dari Bareskrim Polri dan PLN akan turun ke lapangan untuk memastikan temuan tersebut.

"Tapi hasilnya menunggu investigasi tim pusat (gabungan Bareskrim dan PLN) melakukan pengecekan di lapangan," katanya.

Sebelumnya, Jabodetabek dan sebagian Jawa Barat serta Jawa Tengah mengalami mati listrik lebih dari enam jam.

Bahkan, hingga Senin pagi ini, masih ada sejumlah wilayah yang belum teraliri listrik secara normal.

Minggu sore, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka mengatakan pemadaman listrik ini terjadi karena gangguan pada sistem transmisi.

"PLN memohon maaf atas pemadaman yang terjadi akibat gangguan yang terjadi pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV," ujar Made melalui keterangan tertulis.

"Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa," lanjutnya.

Padamnya listrik yang berdampak besar ini membuat Presiden Joko Widodo mendatangi kantor pusat PT PLN Persero di Kebayoran, Jakarta Selatan pada Senin ini.

Jokowi heran mengapa perusahaan sebesar PLN tidak memiliki rencana cadangan yang mengantisipasi padamnya listrik secara besar-besaran.

"Dalam sebuah manajemen besar seperti PLN mestinya, menurut saya, ada tata kelola risiko-risiko yang dihadapi," ucap Jokowi kepada direksi PLN.

"Dengan manajemen besar tentu saja ada contingency plan, backup plan (rencana cadangan). Pertanyaan saya, kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan baik," kata Kepala Negara.

Sementara itu, kabar adanya kerusakan di Gardu Induk (GI) Pemalang sehingga mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik secara massal dibantah pengelola GI Pemalang.

Pasalnya, GI Pemalang yang berkapasitas 150 Kilo Volt (KV) itu hingga detik ini tidak mengalami kendala apa pun.

Muhammad Kamaludin Supervisor GI Pemalang, saat dikonfirmasi Tribunjateng.com di kantornya, menerangkan, GI Pemalang mendapat pasokan yang bersumber dari pembangkit listrik Cirebon.

“Kami dapat pasokan dari pembangkit listrik di Cirebon yang diteruskan ke Gardu Induk Tegangan Tinggi (Gitet) di Ungaran berkapasitas 500 KV,” jelasnya, Senin (5/8/2019).

Dilanjutkannya, dari Gitet Ungaran listrik dialirkan ke GI Pemalang dan yang mengalami kerusakan ada di Gitet Ungaran.

Berkut link live streamingnya:

link 1 di sini

link 2 di sini

link 3 di sini (*)

Profil Mbah Moen KH Maimoen Zubair, Meninggal Hari Ini di Mekkah

Pengakuan Pedagang Daging Anjing : Dipukul Sekali Saja, Bukan Disembelih

Ini 20 Quotes Mbah Moen KH Maimoen Zubair, Nasihatnya Meninggal Harus Bahagia

Heboh Pengumuman Keputusan Natasha Wilona Berhenti Jadi Artis di Youtube, Akhir Video Bikin Kesal

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved