Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mahasiswa Inbound UNS Asal Perancis Teliti Ketangguhan Kota di Solo, Kaji Sangkrah dan Gajah Putih

Alexandre Gaudry tertarik untuk melakukan penelitian tentang ketangguhan kota di Solo.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Alexandre Gaudry, mahasiswa inbound UNS asal Perancis yang tertarik untuk melakukan penelitian tentang ketangguhan kota di Solo. 

TRIBUNJATENG.COM, SURAKARTA - Mahasiswa Perancis tertarik untuk melakukan penelitian tentang ketangguhan kota di Solo.

Mahasiswa tersebut bernama Alexandre Gaudry.

Ia merupakan mahasiswa Magister Sciences Po Toulouse France yang mengikuti program inbound mahasiswa asing di Fakultas Teknik (FT) UNS.

Selama 5 bulan Alexandre bekerja dan menggunakan fasilitas - Laboratorium Urban Rural Design and Conservation (URDC).

Kegiatan inbound mahasiswa ke Solo dilakukan sebagai kegiatan penulisan tugas akhir tesis mahasiswa.

Pembimbingan tesis dilakukan oleh kedua belah pihak dari Program Magister Arsitektur UNS oleh Dr. Eng Kusumaningdyah NH, ST, MT dari Program Magister Arsitektur UNS dan Prof Catherine Baron dari Sciences Po Toulouse, France.

Alexandre melakukan riset tesis berkaitan dengan isu Urban Resilience (ketangguhan kota) – Kampung Kota.

Mengambil isu mengenai Urban Resilience – Kampung Kota, Alexandre berkeinginan untuk dapat melihat lebih dalam berkaitan dengan Komunitas Tangguh dan Pembangunan Berkelanjutan di Kampung Sangkrah dan Kampung Gajah Putih Kota Surakarta.

Saat ini yang dipotret oleh Alexandre adalah kampung telah banyak mendapat intervensi program yang membuat Kampung Kota menjadi lebih tangguh.

Yang menjadi ketertarikan Alexandre dalam riset ini apakah dapat di pertimbangkan bahwa pengelolaan Kampung Kota di Solo bisa menjadi model pengelolaan kampung yang berkelanjutan pada umumnya.

Terjun di Kampung Sangkrah dan Kampung Gajah Putih Surakarta, Alexandre menjumpai keduanya sama-sama memiliki gerakan komunitas yang aktif.

Kemudian Kampung Sangkrah masih menghadapi permasalahan banjir tahunan.

Sedangkan di Kampung Gajah Putih mereka masih menghadapi permasalahan pengelolaan sampah.

Berkaitan dengan pertumbuhan populasi demografi yang pesat dan adanya perubahan iklim dapat dikatakan secara fisik kampung

Sangkrah dan Kampung Gajah Putih tidak sepenuhnya dikatakan tangguh, meskipun begitu kedua kampung memiliki organisasi sosial yang sangat kuat hal ini menjadi potensi besar menciptakan kampung yang tangguh.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved