Panggil Direksi PLN, Anggota DPR Pertanyakan Pimpinan PLN yang Selalu dari Jurusan Ekonomi

Komisi VII DPR RI dengan memanggil Direksi PT PLN (Persero) dan pertanyakan PLN diisi orang-orang yang tidak sesuai latar belakang pendidikannya.

Panggil Direksi PLN, Anggota DPR Pertanyakan Pimpinan PLN yang Selalu dari Jurusan Ekonomi
Net
PLN 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Padamnya listrik secara massal di sebagian Pulau Jawa pada Minggu (4/8/2019) lalu ditindaklanjuti Komisi VII DPR RI dengan memanggil Direksi PT PLN (Persero) untuk meminta penjelasan.

Dalam kesempatan itu anggota DPR dari Partai Gerindra, Bambang Haryo menilai PLN harus melakukan pembenahan secara struktural.

Dalam sebuah keterangan tertulis kepada Tribun Jateng, Rabu (7/8/2019), Bambang melihat PLN selalu diisi oleh orang-orang yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh.

"Misalnya, Plt Dirut PLN yang baru saja diangkat, Sripeni Inten Cahyani. Kalau kita lihat dari pendidikan beliau itu sebenarnya dari sisi kompetensi tidak cocok," katan Bambang.

"Karena dia pendidikannya adalah sarjana teknik kimia, terus juga S2-nya di Akuntansi," sambungnya.

Sebelum Berangkat ke Makkah, Almarhum KH Maimoen Zubair Titip Pesan ke Wagub Jateng

Lebih lanjut ia membeberkan sama halnya dengan Dirut PLN sebelumnya yang saat ini sudah menjadi tersangka di KPK, Sofyan Basir.

"Sofyan, merupakan lulusan sarjana Akuntansi yang tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai Dirut PLN," tambahnya.

Ia menganggap lembaga BUMN seperti PLN memerlukan sosok pemimpin yang memahami kerja teknis di semua tingkatan.

Menurutnya pos kementerian atau lembaga seperti BUMN, ESDM, dan PLN harus diisi oleh orang yang berlatar pendidikan linier dengan kompetensi di bidangnya.

"Nah, terus ditambah lagi yang milih, yang memberikan suatu regulasi di PLN itu adalah menteri ESDM, yang dijabat bapak Ignasius Jonan yang latar belakang pendidikannya sarjana akuntansi," jelas Bambang.

"Nah, ini saya enggak ngerti, kok orang-orang yang masuk di situ dari ekonomi semua. Padahal, pos kementerian ataupun PLN ini adalah hal-hal yang sangat teknis," imbuhnya.

Tahun 2019, Kementerian Sosial Targetkan Tutup 13 Lokalisasi, Ada 2 di Kota Semarang

Sampai Selasa (6/8) pagi, pembangkit yang sudah masuk sistem sebesar 12.378 MW dengan 23 GITET (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi) telah beroperasi.

PLN memastikan listrik di Pulau Jawa akan kembali pulih. (val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved