Tahun 2019, Kementerian Sosial Targetkan Tutup 13 Lokalisasi, Ada 2 di Kota Semarang

Kementrian Sosial (Kemensos) belum dapat memastikan jumlah wanita pekerja seks (WPS) di Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu.

Tahun 2019, Kementerian Sosial Targetkan Tutup 13 Lokalisasi, Ada 2 di Kota Semarang
Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Satpol PP Kota Semarang melakukan supervisi untuk memastikan Lokalisasi Sunan Kuning telah bersih dari atribut yang berbau pornografi, Senin (22/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementrian Sosial (Kemensos) belum dapat memastikan jumlah wanita pekerja seks (WPS) di Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu yang bakal menerima bantuan penerima manfaat dari Kemensos.

Kepala Subdit Rehabilitasi Sosiali Tuna Susila dan ODHA, Tri Sukreni mengatakan, anggaran untuk WPS sebagai penerima manfaat memang sudah terbatas.

Tahun ini, pihaknya hanya menganggarkan 500 penerima manfaat. Sementara, saat ini kuota hanya tersisa 205 saja.

"Program penutupan lokalisasi tersebut sudah lama dari tahun 2017. Kebijakan itu tahun ini selesai. Ada yang diberi support Kementrian, ada yang tidak. Tahun ini kami terbatas dananya karena tahun 2018 sudah kami keluarkan," jelasnya, usai rapat koordinasi penutupan Sunan Kuning dan Gambilangu di Gedung Lokakrida Balai Kota Semarang, Selasa (6/8/2019).

Pemkot Semarang Bakal Eksekusi Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning Tanggal 15 Agustus 2019

Dia melanjutkan, kuota tersebut tentunya akan dibagi kepada kota yang belum melakukan penutupan lokalisasi.

Ada tiga kota lokalisasi yang bakal ditutup dalam waktu dekat ini, antara lain Kota Semarang, Kendal, dan Palangkaraya.

Tiga kota tersebut telah mengajukan proposal kepada Kemensos.

Dengan kota yang tersisa saat ini, tentu saja Kemensos tidak dapat memberikan dana tali asih kepada seluruh WPS yang ada di tiga kota tersebut.

"Proposal yang masuk dari tiga daerah tersebut. Kami tunggu keputusan dari pimpinan akan dibagikan kemana saja kuotanya," imbuhnya.

Omzet Terus Menurun, PT Muncul Armada Raya Semarang PHK Puluhan Karyawannya

Dia merinci, bantuan penerima manfaat setiap WPS sebesar Rp 5 juta. Jumlah tersebut ditambah uang jaminan hidup sebesar Rp 1 juta. Sehingga, total yang diterima setiap WPS sebesar Rp 6 juta.

Dia menambahkan, pada 2019 ini ada 13 lokalisasi yang belum ditutup, 7 di antaranya telah ditutup.

Sementara saat ini masih tersisa 5 lokalisasi, termasuk dua lokalisasi yang ada di Kota Semarang. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved