Pedagang Pasar Senggol Sugihwaras Geram, Sebut Pemkot Pekalongan Seenaknya Sendiri Relokasi Mereka
Pedagang Pasar Senggol Sugihwaras Kota Pekalongan geram terhadap Pemkot karena bertindak seenaknya sendiri untuk melakukan relokasi.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pedagang Pasar Senggol Sugihwaras Kota Pekalongan geram terhadap Pemkot.
Pasalnya, Pemkot Pekalongan dirasa bertindak seenaknya sendiri untuk melakukan relokasi.
Diketahui pemerintah berencana melakukan relokasi pada 12 Agustus 2019.
• 5 ABK Asal Indonesia Hilang Tenggelam di Taiwan, 1 TKI dari Tegal, Kapalnya Ditabrak Tanker?
• Pemkot Semarang Tutup Lokalisasi Sunan Kuning, Bambang Iss: Kota Ini Bakal Kehilangan Sejarahnya
• Pemilik Foto Asli Angkat Bicara Soal TKI Korea Selatan yang Tertipu Nenek-nenek
• Anak dan Menantu Mbah Moen Terbang ke Makkah, Totalnya Ada Lima Orang
Hal tersebut dirasa terlalu mendadak.
Ditambah lagi lokasi yang baru, yaitu di Pasar Senggol Yosorejo belum siap secara keseluruhan.
Rojikan (55) satu di antara pedagang di Pasar Senggol Sugihwaras menjelaskan, 26 Juli lalu tiba-tiba ada pamflet pemberitahuan relokasi.
“Kurang dari sebulan, pada 12 Agustus 2019 ada informasi akan dilakukan pembongkaran.
Ya, kami pasti geram, keputusan tersebut kami rasa seenaknya sendiri karena mendadak,” paparnya, Rabu (7/8/2019).
Dilanjutkannya, untuk itu seluruh pedagang di Pasar Senggol Sugihwaras sepakat menolak relokasi.
“Kami juga mengeluhkan sempitnya lokasi baru, dengan ukuran 2X2,5 meter pedagang pasti kesulitan menempatkan barang dagangan.
Seperti saya yang berdagang televisi bekas.
Ukuran segitu untuk beberapa televisi saja sudah penuh,” terangnya.
Keresahan pedagang pun mendapat titik terang, setelah Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM), bersama DPRD mendatangi Pasar Senggol Sugihwaras.
Kedatangan Disperindagkop UMKM dan DPRD untuk melakukan pembahasan mengenai wacana relokasi.
Dari hasil pertemuan para pedagang menyepakati pemindahan.