Ratusan Driver Gocar Jebol Gerbang Kantor Gojek Semarang, Ini Alasannya
Ratusan driver Gocar menjebol gerbang pagar kantor Gojek Semarang di Jalan Siliwangi, Rabu (7/8/2019).
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan driver Gocar menjebol gerbang pagar kantor Gojek Semarang di Jalan Siliwangi, Rabu (7/8/2019).
Mereka melakukannya karena menilai aksi unjuk rasa driver tidak ditanggapi manajemen Gojek Semarang.
Massa menjebol pagar dan menaruhnya tepat di depan pintu utama kantor Gojek sebelum mengunci pintu.
Tak hanya itu, saluran air dan listrik dimatikan.
• BREAKING NEWS: Taufik Warga Semarang yang Hilang di Wisata Guci Tegal Ditemukan di Brebes
• Anak dan Menantu Mbah Moen Terbang ke Makkah, Totalnya Ada Lima Orang
• Ruben Onsu Resmi Angkat Betrand Peto Jadi Anaknya, Siapa Dia?
• TKI di Korea Ini Kaget Saat Tahu Wajah Asli Pacarnya di Taiwan, Ternyata Sudah Nenek-nenek
Semula demonstran berusaha masuk kantor Gojek untuk melakukan mediasi dengan manajemen secara terbuka.
Ternyata perwakilan manajemen yang menemui massa menyatakan tidak memiliki kewenangan.
Penjelasan ini memancing demonstran masuk ke halaman kantor Gojek secara paksa.
Massa kemudian mendorong pintu pagar kantor Gojek.
Banyaknya demonstran yang berupaya masuk membuat pintu pagar akhirnya jebol.
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:
Ratusan orang tersebut akhirnya masuk ke halaman kantor Gojek.
Unjuk rasa merupakan wujud protes atas skema baru yang diterapkan Gojek terhadap driver Gocar.
Menurut para pengunjuk rasa, skema insentif yang baru merugikan driver.
Mereka menuntut skema insentif dikembalikan seperti sebelumnya.
"Mengubah skema mingguan kembali menjadi harian karena sekarang driver dibuat menjadi bertarung sesama driver," sebut seorang perwakilan Driver Online Semarang Bersatu, Indrawan Wiratmo.
Pihaknya juga menyoroti pungutan yang diambil Gojek dari setiap order yang didapat driver, khususnya pada tarif dasar atau trip terpendek.
"Sekarang driver masih menerima Rp 8 ribu per tiga kilometer pertama sedangkan di penumpang sudah berubah menjadi Rp 12 ribu. Sebagai perincian Gojek memungut 20 persen dari tarif dan Rp 2 ribu asuransi yang entah kemana larinya. Asuransi katanya kita terima setelah meninggal dunia dengan catatan dalam keadaan bekerja," tuturnya.
Skema anyar tersebut diterapkan mulai 1 Agustus 2019.
Sebagai bentuk protes juga, para driver sebelumnya telah melakukan off bid masal selama lima hari sejak Senin-Jumat (29/7-2/8/2019).
Unjuk rasa ini juga merupakan lanjutan aksi serupa pada Jumat (2/8/2019).
Menanggapi penyegelan oleh ratusan driver Gocar, VP Regional Corporate Affairs Gojek, Michael Say menyebutkan, pihaknya terbuka menerima masukan dari mitra Gojek.
Menurutnya, masukan tersebut penting untuk kemajuan Gojek.
"Namun kami sangat menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh beberapa oknum orang di kantor Gojek kami di Semarang," ujar Michael Say melalui keterangan tertulis.
Ia membantah bahwa Gojek mangkir dari undangan mediasi oleh pemerintah.
Perusahaannya telah mengajukan penjadwalan ulang pertemuan karena undangan sebelumnya menurutnya mendadak.
"Undangan diterima mendadak sehari sebelum hari undangan. Padahal kami harus melakukan undangan kepada beberapa orang secara internal," jelasnya.
Ia menyebut, dalam aksi-aksi sebelumnya pun, secara intensif Gojek melakukan komunikasi.
Oleh karena itu ia mengimbau demo tidak perlu dilakukan apalagi hingga mengganggu ketertiban umum.
"Kami selalu terbuka terhadap aspirasi mitra dan telah memiliki wadah resmi yang kami lakukan secara berkala dengan mitra kami,
sehingga tanpa aksipun seluruh aspirasi mitra dapat disampaikan dan dapat kami realisasikan," bebernya.
Ia menyebut aksi yang dilakukan oleh beberapa oknum driver online itu menurutnya melukai hubungan baik yang telah dibangun selama ini.
Terkait insentif, Michael juga menjelaskan hal itu merupakan bentuk apresiasi kepada mitra atas kinerja mereka.
Penyesuaian jumlah poin dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pendapatan mitra secara jangka panjang.
Hal itu menurutnya penting untuk memastikan adanya inovasi berkelanjutan sehingga Gojek dan para mitra terus menjadi pilihan utama masyarakat.
Skema insentif akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar karena tujuan utama skema insentif adalah untuk mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pelanggan dan ketersedian mitra Gojek.
"Fokus kami pada kesejahteraan mitra tidak hanya terbatas pada tarif dan insentif.
Sejak awal, Gojek telah memiliki ragam inisiatif yang menjadikan mitra driver kami terdepan dalam kualitas pelayanan sehingga terus menjadi pilihan pelanggan.
Kami mempelopori pelatihan pengembangan skill dan pengetahuan (BBM), akses untuk pengelolaan keuangan (Gojek Swadaya), hingga pemutakhiran aplikasi mitra driver Gojek," pungkasnya. (jamal a nashr)
• Dilaporkan Terkait Unggahan Blue Film, Hotman Paris Tunjukkan Bukti HP nya Benar-benar Hilang
• Video Vlog Penelusuran Pohon Sengon Gunungpati Terduga Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa
• BREAKING NEWS: Warga Purbalingga 2 Bulan Pergi Tak Pamit, Jasadnya Ditemukan di Lereng Gunung Slamet
• Kisah Slamet Riyadi Pencetus Terbentuknya Pasukan TNI Kopassus, Gugur Sebelum Terwujud