Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Warga Tambakrejo Tagih Janji BBWS Pemali Juana Terkait Hunian Sementara yang Masih Kurang

Warga Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, yang terdampak penggusuran proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) menagih janji

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Ilustrasi - BBWS Pastikan Bedeng untuk Huntara Rampung Dalam Dua Pekan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, yang terdampak penggusuran proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) menagih janji Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terkait pembangunan hunian sementara (huntara).

Ketua RT 05 RW 16 Tambakrejo, Rahmadi mengatakan, selama ini pihak BBWS belum memenuhi hal yang menjadi kesepakatan bersama antara warga, BBWS, Wali Kota Semarang, dan Gubernur Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Pada saat itu, BBWS bersedia membangunkan tiga unit huntara sebagai tempat tinggal sementara warga Tambakrejo sembari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mempersiapkan pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) di Tambakrejo.

Namun, hingga saat ini BBWS baru membangunkan dua unit huntara.

Tentu saja, dua huntara tersebut belum dapat menampung 97 KK yang tinggal di Kampung Tambakrejo.

"Kami masih kekurangan huntara, kami butuh sekali, ini sangat urgen, apalagi sebentar lagi musim hujan.

Kami khawatir barang-barang kami yang diluar terkena hujan," ungkap Rohmadi, Jumat (9/8/2019).

Dikatakannya, dari dua unit huntara, satu keluarga hanya mendapat jatah 3x4 meter saja.

Ukuran tersebut hanya cukup untuk tidur.

Sedangkan, peralatan dapur masih diletakkan di luar huntara.

Dia berharap, BBWS Pamali Juana segera membangunkan kekurangan huntara.

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai BBWS Pemali juana, Dani Prasetyo mengatakan, pihaknya akan berupaya memenuhi satu huntara lagi sesuai dengan kesepakatan bersama.

Hanya saja hal ini membutuhkan waktu.

Pasalnya, Pemerintah Pusat saat ini tengah melakukan rasionalisasi dan efisiensi dana, sehingga pihaknya tidak dapat langsung membangunkan huntara.

Guna mencari solusi bersama, BBWS akan segera mengoordinasikan hal ini dengan Pemkot Semarang maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved