Jika Harga Tiket Pesawat Terlalu Murah, Moda Transportasi Lain Habis
bila terlalu murah, moda pesawat terbang bisa menyaingi dan menggerus pengguna moda transportasi lain
Menurutnya tiket udara pasti mahal karena memberikan kenyamanan dan kecepatan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, mahalnya tiket pesawat yang belakangan terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti adanya musim tertentu dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
"Harga tiket itu bukan seperti harga pisang goreng yang beberapa tahun kemudian baru naik."
"Dia ada musim-musim tertentu seperti low season dan peak season."
"Yang paling dominan biaya operasi dan maintenancenya dibayarkan dalam bentuk mata uang dolar AS sementara pendapatan maskapai berbentuk rupiah," jelas Chappy.
Kendati Lin menganggap normal, harga tiket pesawat lagi-lagi harus disesuaikan dengan konsumen untuk melindungi hak-haknya.
"Sudah menjadi tugasnya pemerintah untuk merumuskan costnya untuk masyarakat lebih affordable, mencegah terjadinya excessive competition, dan oligopoli," ucap Lin.
"Jadi, harga airline yang terlalu rendah mendistorsi moda lain."
"Namun harga airline yang terlalu tinggi juga tidak boleh untuk melindungi customer."
"Kalau saya optimis, ya, saya sudah lihat tercapai beberapa kesepakatan yang baik antara maskapai dan pemerintah," pungkas Lin. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pemerintah: Harga Tiket Pesawat yang Mahal Itu Sebenarnya Normal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seminar-nasional-polemik-harga-tiket-pesawat.jpg)