Breaking News
Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jika Harga Tiket Pesawat Terlalu Murah, Moda Transportasi Lain Habis

bila terlalu murah, moda pesawat terbang bisa menyaingi dan menggerus pengguna moda transportasi lain

Tayang:
KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA
Seminar Nasional Polemik Harga Tiket Pesawat dalam Perspektif Hukum, Bisnis, dan Investasi di Jakarta, Jumat (9/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Penasehat Kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lin Che Wei menyebut harga tiket yang kerap disebut mahal sebenarnya adalah harga yang kembali normal setelah sempat berada di harga tidak wajar alias harga murah.

Lantaran bila terlalu murah, moda pesawat terbang bisa menyaingi dan menggerus pengguna moda transportasi lain dan berujung tidak laku.

"Harusnya airlines adalah bisnis yang investasi paling besar, paling nyaman, paling cepat."

"Apabila murah, seluruh moda lain, habis."

"Airlines predatory pricing, sehingga bus mati dan lain-lainnya mati."

"Buat saya sebagai pengambil kebijakan, era mana yang sebenarnya harga normal?"

"Kalau saya lihat dari sisi ekonomi era sekarang yang normal," kata Lin Che Wei di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Lin mengatakan, bisnis penerbangan udara adalah bisnis yang enigma, alias bisnis yang aneh dan membuat bertanya-tanya.

Sebab, paling maju dalam sisi teknologi tapi profitnya sangat marginal.

Sehingga fenomena murahnya tiket pesawat merupakan fenomena tak lazim.

Selain itu, ucap Lin, masyarakat yang berteriak tiket mahal sebenarnya telah terbiasa dengan adanya tiket murah, sehingga tiket yang kembali normal kerap disebut mahal.

"Karena sudah dinina-bobokan (terbiasa) dulu."

"Masyarakatnya sudah terbiasa dengan sesuatu yang tidak wajar kan."

"Kayak sekarang lah kamu naik gojek," ucap Lin.

Pengamat dunia penerbangan Chappy Hakim mengamini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved