Masuk Nominasi, Kampung IVA dan Laborat Kemiskinan Kabupaten Pekalongan Dikunjungi Tim Verifikator

Pemerintah Kabupaten Pekalongan turut berpartisipasi mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Masuk Nominasi, Kampung IVA dan Laborat Kemiskinan Kabupaten Pekalongan Dikunjungi Tim Verifikator
ISTIMEWA
Sekda Kabupaten Pekalongan Mukarromah Syakoer, menerima tim verifikator TOP KIPP Jateng saat melakukan tinjauan lapangan inovasi Laboratorium Kemiskinan di Bappeda Kabupaten Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan turut berpartisipasi mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Keikutsertaan Pemkab Pekalongan, sebagai bentuk dukungan gerakan One Agency, One Innovation, yang diwajibkan oleh setiap pemerintah untuk menciptakan satu inovasi setiap tahunnya.

Tim Verifikator TOP 20 KIPP Provinsi Jawa Tengah ini melaksanakan penilaian lapangan.

Adapun penilaian tersebut dilakukan di Kampung IVA Desa Logandeng Kecamatan Karangdadap dan Laboratorium Kemiskinan kegiatan Bappeda dan Statistik di Desa Botosari Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.

Sekreataris Daerah Kabuapten Pekalongan Mukaromah Syakoer menyampaikan, KIPP diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, menciptakan kompetisi yang sehat antar instansi dalam memberikan pelayanan dan demi menjawab harapan masyarakat akan pelayanan prima di seluruh layanan publik yang di selenggarakan pemerintah.

"Saya sangat mendukung inovasi Laboratorium Kemiskinan ini, saya berkeyakinan proses percepatan pembangunan melalui inovasi-inovasi yang dijalankan akan dapat kita raih," terang Mukaromah, Selasa, (13/8/2019).

Tidak hanya itu, diperlukan juga komitmen bersama untuk mewujudkannya. Diantaranya, tidak cukup hanya angan-angan tanpa kemauan, sekedar keinginan tanpa tindakan.

"Kemudian tidak cukup hanya dengan program tanpa angggaran, dan tidak cukup hanya dengan anggaran tanpa SDM yang handal," jelasnya.

Menurutnya, Pemkab Pekalongan berbangga karena kerja keras pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan memperoleh apresiasi positif dari tim penilai.

Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Pekalongan dinilai telah menjalankan penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan baik.

Sementara itu, menurut Perwakilan Biro Kerjasama Provinsi Penyelenggara KIPP Arifin mengatakan sejauh ini inovasi pelayanan publik oleh Kabupaten Pekalongan (Laboratorium Kemiskinan) termasuk dalam 20 besar, tentunya penilaian ini mempertimbangkan kebaruan, efektivitas, bermanfaat, dan ditransfer atau direplikasi serta berkelanjutan.

"Saya mengapresiasi inovasi kerja yang telah dibuat, dan kemudian di kompetisikan. Apapun hasilnya jangan sampai mengurangi kreativitas dalam berinovasi," ungkapnya

Pihaknya juga mengungkapkan jadikanlah kompetisi ini sebagai ajang motivasi dan evaluasi bersama.

"Jangan sampai, kompetisi sudah selesai dan inovasinya tidak dikembangkan lagi. Saya berharap bisa terus berlanjut dan berkembang," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved