Berita Kabupaten Pekalongan
Simulasi Kode Red RSUD Kajen Pekalongan, Latih Petugas Sigap Hadapi Ancaman Kebakaran
RSUD Kajen Pekalongan menggelar simulasi Kode Red sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat kebakaran.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - RSUD Kajen Pekalongan menggelar simulasi Kode Red sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh petugas dalam menghadapi potensi keadaan darurat kebakaran di lingkungan rumah sakit, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem keselamatan sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi pasien, pengunjung, dan tenaga kesehatan.
Direktur RSUD Kajen, dr Imam Prasetyo menegaskan bahwa simulasi Kode Red merupakan langkah strategis untuk membangun budaya tanggap darurat di lingkungan rumah sakit.
Baca juga: Dari Barista hingga Teknisi HP, PBK 2026 Jadi Jalan Baru Warga Pekalongan Raih Peluang Kerja
Menurutnya, kesiapan seluruh unsur rumah sakit sangat diperlukan agar setiap potensi risiko dapat ditangani secara cepat dan tepat.
"Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh petugas memahami peran masing-masing saat menghadapi situasi darurat, sehingga respons yang dilakukan bisa cepat, terkoordinasi, dan sesuai prosedur keselamatan," ujar dr Imam Prasetyo.
Simulasi tersebut melibatkan seluruh unit dan ruangan di RSUD Kajen, mulai dari tenaga medis, tenaga penunjang, hingga petugas administrasi.
Skenario latihan dirancang menyerupai kondisi darurat yang sebenarnya, sehingga setiap peserta dapat merasakan langsung bagaimana prosedur penanganan kebakaran harus dijalankan.
"Pelaksanaan kegiatan dipandu, dikoordinasikan, dan dipantau langsung oleh Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) RSUD Kajen untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar operasional prosedur," imbuhnya.
dr Imam mengungkapkan, dalam simulasi tersebut, peserta mendapatkan praktik langsung penggunaan alat pemadam kebakaran seperti hydrant dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Selain itu, petugas juga dilatih melakukan evakuasi pasien, mengamankan peralatan medis, serta melindungi dokumen dan data penting rumah sakit dari potensi kerusakan.
• Progres Sekolah Rakyat di Kabupaten Pekalongan, Dinsos: 2 Lokasi Sudah Kami Usulkan
"Tak hanya itu, Tim Kode Red yang telah dibentuk di setiap ruangan juga menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing. Mulai dari pemadaman awal, penyelamatan korban, hingga pengamanan area terdampak."
"Tim ini diberlakukan secara bergilir setiap hari sebagai bentuk kesiapsiagaan berkelanjutan," ungkapnya.
Menurut dr Imam, simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan fasilitas penanggulangan kebakaran yang dimiliki rumah sakit, sekaligus memastikan seluruh petugas memiliki kemampuan yang terus terasah.
"Harapannya, seluruh petugas semakin sigap dan percaya diri saat menghadapi kondisi darurat."
"Dengan kesiapan yang matang, risiko dapat diminimalkan dan keselamatan pasien maupun petugas tetap menjadi prioritas utama," pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, dr Imam menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga menjamin keamanan dan keselamatan seluruh pihak di lingkungan rumah sakit. (*)
| Progres Sekolah Rakyat di Kabupaten Pekalongan, Dinsos: 2 Lokasi Sudah Kami Usulkan |
|
|---|
| Meski Musim Hujan, Panen 2,7 Ton Jagung di Doro Pekalongan Tetap Jadi Harapan Swasembada |
|
|---|
| Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan: Koperasi Merah Putih Jangan Mati Sebelum Berkembang |
|
|---|
| Plt Bupati Pekalongan Sukirman Minta Warga Jangan Percaya Calo PT HAI |
|
|---|
| DPRD Gagas Pendopo Lama Bupati Pekalongan Jadi Museum Wayang dan Keris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260520-_-Simulasi-Kode-Red-RSUD-Kajen-Pekalongan.jpg)