Tingkatkan Kerjasama Luar Negeri, IAIN Salatiga Gelar FGD

Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelola lembaga kantor urusan internasional (KUI), IAIN Salatiga gelar Forum Group Discussion (FGD).

Tingkatkan Kerjasama Luar Negeri, IAIN Salatiga Gelar FGD
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Forum Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Utama Gedung KH Hasyim Asyari Kampus III IAIN Salatiga, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelola lembaga kantor urusan internasional (KUI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggelar Forum Group Discussion (FGD)  bersama Senior Experten Service (SES) Germany sebuah lembaga nirlaba yang dibiayai Kementerian Kerjasama Luar Negeri Jerman, Selasa (13/8/2019).

Rektor IAIN Salatiga Prof Dr Zakiyuddin mengatakan FGD yang ada dimaksudkan untuk persiapan alih status institusi menjadi univeristas pada tahun 2020 mendatang.

Sebagai langkah awal agar para akademisi siap bersaing dengan dunia global dilakukan penguatan pada lembaga atau KUI yang ada.

Kader JKN-KIS Bakal Datangi Peserta BPJS Kesehatan yang Menunggak Iuran

“Jadi selain kami telah menjalin kerjasama dengan berbagai kampus dari berbagai negara. Kami juga mengirim dosen untuk belajar ke luar negeri satu diantaranya ke India agar IAIN Salatiga semakin siap berkompetisi sengaja diadakan FGD bersama KUI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang cukup berhasil,” terangnya kepada Tribunjateng.com, di Ruang Rapat Utama Gedung KH Hasyim Asyari Kampus III IAIN Salatiga, Selasa (13/8/2019).

Perwakilan SES Germany Adam Pamma menerangkan SES merupakan lembaga non profit yang berupaya memfasilitasi perguruan tinggi atau sekolah lintas disiplin ilmu dan praktisi menggunakan biaya Kementerian Kerjasama Luar Negeri Jerman.

“Kami ada sekira 13 ribu tenaga ahli, sebanyak 180 kantor perwakilan berdiri dan tersebar di seluruh dunia. Hampir 3-4 ribu tenaga ahli dikirim ke berbagai pelosok dunia untuk melakukan pengajaran sesuai permintaan negara-negara yang sudah bekerjasama,” katanya.

Ia menambahkan, hingga tahun ini telah ada sebanyak 250 tenaga ahli pernah didatangkan ke Indonesia baik ke perguruan tinggi maupun sekolah terkait berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan.

Mereka mencoba membantu mengembangkan model pendidikan atau hasil riset sesuai visi dan misi lembaga masing-masing.

Dikatakannya, setiap lembaga atau perguruan tinggi yang hendak mengajukan kerjasama diperbolehkan mengajukan tenaga ahli sesuai kebutuhan masing-masing melalui KUI kampus tersebut.

Daftar Top Skor Piala AFF U-18 2019 - Gol Bagus Kahfi Tersalip Gelandang Timor Leste

Maksimal tenaga ahli asal Jerman akan mengajar atau membantu penelitian selama enam bulan.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved