Wali Kota Pekalongan dan Ketua DPRD Kota Pekalongan Adu Pantun, Disiarkan Langsung

Bak perang urat syaraf Walikota Pekalongan, Saelany Mahfudz, serta Ketua DPRD Kota Pekalongan Balgis Diab saling kritik lewat pantun

Wali Kota Pekalongan dan Ketua DPRD Kota Pekalongan Adu Pantun, Disiarkan Langsung
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Jajaran Pemkot dan DPRD Kota Pekalongan, ikuti pengucapan sumpah dan penetapan pimpinan sementara DPRD Kota Pekalongan 2019-2024, di gedung DPRD Kota Pekalongan, Rabu (14/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Bak perang urat syaraf Walikota Pekalongan, Saelany Mahfudz, serta Ketua DPRD Kota Pekalongan Balgis Diab saling kritik lewat pantun.

Di mana keduanya melontarkan pantun mengenai pembangunan Kota Batik dalam acara pengucapan sumpah, dan penetapan pimpinan sementara DPRD Kota Pekalongan 2019-2024, di gedung DPRD setempat.

Penetapan tersebut disaksikan seluruh masyarakat Kota Pekalongan karena disiarkan langsung melalui televisi dan radio lokal.

Dalam kesempatan tersebut Balgis melantunkan pantunnya, mengenai pembangunan yang ada di Kota Pekalongan.

“Bunga mawar bunga melati indah menawan bumi pertiwi, pembangunan Kota Pekalongan lebih meningkat pasti akan terjadi,” ucap Balgis usai pengambilan sumpah anggota DPRD terpilih, Rabu (14/8/2019).

Dilanjutkannya, anggota DPRD yang sudah disumpah akan aktif 16 Agustus mendatang.

“Semoga 35 anggota yang dilantik bisa melaksanakan tugasnya, demi kemajuan Kota Pekalongan,” paparnya.

Adapun usai sambutan dari Balgis, Saelany membalas pantun yang sudah dilontarkan Ketua DPRD.

“Jalan-jalan ke Pasar Banjarsari, kami berpikir kok tidak dibangun-bangun, jangan lupa sumpah janji DPRD untuk membangun Kota Pekalongan,” tutur Saelany dalam pantunnya.

Setelah membalas pantun Ketua DPRD, Saelany mengatakan, agar anggota DPRD yang sudah disumpah bisa berdedikasi serta bertanggung jawab sesuai sumpah yang sudah diucap.

“Gas pol jalankan amanah rakyat, dan pantun yang saya sampaikan merupakan pesan dari masyarakat,” tuturnya.

Diketahui Pasar Banjarsari terbakar awal tahun lalu, dan pembangunan mengalami berbagai kendala.

Bahkan sempat menjadi polemik, karena Pemkot mewacanakan pemindahan pembangunan.

Wacana itu mengalami penolakan, dan DPRD mengancam akan membekukan dana pembangunan pasar.

Hingga kini kejelasan akan pembangunan Pasar Banjarsari belum menemui titik cerah. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved