Gara-Gara Waktu Tidur Malam Hari Kurang 6 Jam, Seseorang Bisa Terserang Serangan Jantung
Jika kamu memiliki kualitas dan kuantitas tidur yang buruk, kamu memiliki kemungkinan 60 persen lebih besar terkena serangan jantung.
TRIBUNJATENG.COM - Pernahkah Anda merasa lelah dan mengantuk di kantor saat pagi hari?
Atau bahkan sering mengalaminya.
Mungkin itu tandanya Anda kekurangan tidur.
• Bawang Merah Letakkan di Telapak Kaki, Lalu Bungkus Gunakan Kaos Kaki, Masuk Angin Bisa Sembuh
Tidur malam yang cukup memang diperlukan untuk mengembalikan stamina setelah seharian bekerja (beraktivitas).
Menurut seorang profesor di Sleep Medicine, Paul Gringras, tidur malam yang ideal adalah 6 jam.
Jika kurang dari 6 jam, maka Anda perlu waspada.
Sebab, selain menyebabkan rasa lelah di pagi hari, kekurangan tidur juga dapat menyebabkan kolesterol dan tekanan darah naik.
• Mika Lampu Mobil Anda Mulai Menguning? Solusi Hemat dan Mudah Cukup Gunakan Karet, Ini Caranya
"Jika kamu memiliki kualitas dan kuantitas tidur yang buruk, kamu memiliki kemungkinan 60 persen lebih besar terkena serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke," ungkap Gringas yang Grid.ID kutip dari The Sun.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya tubuh dalam memproduksi zat sitokin.
Zat sitokin adalah sistem imun tubuh yang dihasilkan ketika tidur.
• Seleksi Calon Prajurit TNI AL Dimulai, Gelombang II Diikuti 254 Bintara dan 171 Tamtama
Sehingga jika waktu tidur kurang dari 6 jam, akan mengurangi jumlah zat sitokin yang diproduksi tubuh.
Berkurangnya zat sitokin ini otomatis akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Tak hanya mengganggu kesehatan, kekurangan tidur juga dapat mempengaruhi proses penilaian.
• Laga Pembuka La Liga, Athletic Bilbao Vs Barcelona, Live SCTV Sabtu Dini Hari
Akurasi serta waktu pengambilan keputusan akan terganggu.
Akibatnya, orang yang tidur malam kurang dari 6 jam akan lebih impulsif.
Jika Anda merupakan salah satu orang dengan kualitas dan kuantitas tidur yang kurang baik, solusinya adalah berolahraga di siang hari.
• Kesalahan Fatal Chelsea di Piala Super Eropa, Seharusnya Jorginho Tertulis di Jersey Jorghino
Menurut Gringas, berolahraga di siang hari dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur orang di malam hari.
"Survey menunjukkan, 85 persen orang berolahraga di siang hari memiliki kualitas dan kuantitas tidur yang lebih baik daripada tidak," ujarnya.
"Itulah mengapa para atlet selalu menekankan pada kualitas tidur yang cukup," imbuhnya. (*)
Artikel ini telah tayang sebelumnya di Grid.ID berjudul "Tidur Malam Kurang dari 6 Jam? Hati-hati Bisa Terkena Serangan Jantung Hingga Stroke!"
• Anggota Paskibra Warga Bogor Hingga Kini Belum Diketahui Keberadaannya, Hilang Sejak Juli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-tidur-di-mobil.jpg)