Yariyanto Sebut Anak Muda Mudah Terpapar Radikalisme karena Ikut-ikutan
Perilaku tersebut, dikatakan Yariyanto Dosen Hukum Universitas Pekalongan (Unikal) berdampak pada lunturnya cinta tanah air.
Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sikap ikut-ikutan menjadi tren di kalangan anak muda yang ada di Kota Pekalongan.
Perilaku tersebut, dikatakan Yariyanto Dosen Hukum Universitas Pekalongan (Unikal) berdampak pada lunturnya cinta tanah air.
“Cinta tanah air dan bela negara harus memiliki dasar yang kuat, jika perilaku ikut-ikutan terus dilakukan, jati diri bangsa bisa tergerus,” jelasnya saat mengisi materi radikalisme di SMKN 3 Kota Pekalongan, Jumat (16/8/2019).
Dilanjutkannya, penanaman nilai-nilai Pancasila saat ini perlu dipupuk kembali.
“Untuk mewujudkan generasi muda yang cinta kepada tanah air, nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamankan. Karena generasi muda adalah ujung tombak untuk menjaga kesatuan bangsa Indonesia,” katanya.
Diterangkannya, Pancasila sebagai dasar filosofi bangsa, dan dasar untuk bernegara menjadi penangkal masuknya radikalisme.
“Pancasila tidak boleh dipandang sebelah mata, karena generasi muda Kota Pekalongan memerlukan tembok untuk menangkal datangnya faham radikalisme. Untuk itu nilai-nilai Pancasila wajib tanamkan kembali,” tuturnya.(Laporan Wartawan Tribun Kateng, Budi Susanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seminar-radikalisme-di-smkn-3-kota-pekalongan-jumat-1682019.jpg)