Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Harga Emas Terbang Lagi, Dalam Sepekan Catat Kenaikan Rp 14 Ribu

Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik dan cetak rekor tertinggi.

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik dan cetak rekor tertinggi.

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam pada Jumat (16/8) berada di Rp 766.000. Harga itu naik Rp 7.000 dari posisi hari sebelumnya Rp 759.000/gram.

Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam kemarin juga naik Rp 7.000 menjadi Rp 694.000.

Sepanjang pekan ini, harga emas Antam tercatat sudah mengalami kenaikan total mencapai Rp 14.000. Secara rinci, selain Jumat kemarin, kenaikan tercatat pada Selasa (13/8) sebesar Rp 6.000, dan pada Kamis (15/8) sebesar Rp 5.000.

Pada Senin (12/8) harga emas Antam sempat mengalami penurunan sebesar Rp 3.000, dan pada Rabu (14/8) menurun Rp 1.000.

Meski demikian, harga emas spot kemarin sempat menunjukkan pemelahan. Dikutip dari Bloomberg, Jumat (16/8) pukul 13.48, harga emas di pasar spot berada di level 1.514,99 dollar AS/ons troi. Angka itu turun 0,54 persen dari harga emas pada penutupan sebelumnya.

Sementara harga emas comex untuk pengiriman Desember 2019 juga melemah 0,36 persen ke level 1.525,70 dollar AS/ons troi.

Harga emas sempat berada dalam tren menguat seiring dengan kekhawatiran resesi AS sebagai dampak dari perang dagang, kondisi di Hong Kong, dan merosotnya pasar di negara berkembang.

Kenaikan harga emas terjadi secara terbatas karena investor mencermati data ekonomi AS, dengan penjualan ritel AS yang kuat, sehingga memberikan kelonggaran terhadap selera risiko.

"Data penjualan ritel AS yang keluar sekuat yang mereka lakukan, itu membuat beberapa pelaku pasar memikirkan kembali taruhan mereka," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, seperti dikutip Reuters.

Tahan target

Adapun, harga emas yang kian berkilau turut mengerek prospek bisnis para produsen emas. Meski harga sedang bagus, rata-rata produsen emas tetap menahan target penjualan sesuai dengan yang direncanakan pada tahun ini.

Selama periode Januari hingga Juni tahun ini, Antam mencatat penjualan emas sebesar 15,7 ton, tumbuh 14,6 persen dibandingkan dengan volume penjualan di periode sama tahun lalu sebesar 13,7 ton.

Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo menyatakan, kenaikan harga emas di pasar global saat ini menjadi nilai strategis bagi Antam.

Pada semester I/2019, pendapatan ANTM dari penjualan emas sebesar Rp 9,61 triliun atau berkontribusi 67 persen dari total penjualan. Menurut dia, perseroan belum ada rencana untuk merevisi target penjualan emas sepanjang 2019.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved