Komunitas Diajeng Semarang Ajak Para Siswa dan Guru Mencintai Batik
Komunitas Diajeng Semarang mengajak 500 siswa dan guru Krista Mitra Semarang untuk lebih mengenal kebudayaan lewat kegiatan Krista Mitra Berbudaya.
Penulis: raka f pujangga | Editor: suharno
"Karena ternyata batik itu motifnya berbeda-beda dan memiliki maknanya masing-masing," jelasnya.
Kepala Sekolah SMA Krista Mitra, Filisia Tristiani menjelaskan, melalui kegiatan tersebut anak-anak bisa lebih mengenal kebudayaannya.
Kebudayaan Indonesia, khususnya tradisional jawa sudah banyak uang meninggalkannya karena dianggap kuno.
"Bisa dilihat saat menyelenggarakan pernikahan jarang yang memakai kebaya. Banyak yang memilih gaun internasional," ujar dia.
Lewat kegiatan Krista Mitra Berbudaya, pihaknya menginginkan siswa-siswanya dapat lebih mencintai kebudayaannya.
Selama ini, dia sudah menerapkannya dengan mewajibkan siswa memakai batik setiap hari jumat pada minggu pertama.
"Saat Hari Batik, kami juga merayakannya dengan mengenakan pakaian batik bersama guru dan siswa," ujar dia. (raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/komunitas-diajeng-mengajak-siswa-dan-guru-mengenal-kebudayaan.jpg)