Komunitas Diajeng Semarang Ajak Para Siswa dan Guru Mencintai Batik

Komunitas Diajeng Semarang mengajak 500 siswa dan guru Krista Mitra Semarang untuk lebih mengenal kebudayaan lewat kegiatan Krista Mitra Berbudaya.

Komunitas Diajeng Semarang Ajak Para Siswa dan Guru Mencintai Batik
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Komunitas Diajeng mengajak sedikitnya 500 siswa dan guru Krista Mitra Semarang untuk lebih mengenal kebudayaan lewat kegiatan Krista Mitra Berbudaya, yang dilaksanakan pada hari Jumat (16/8/2019) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komunitas Diajeng Semarang mengajak sedikitnya 500 siswa dan guru Krista Mitra Semarang untuk lebih mengenal kebudayaan lewat kegiatan Krista Mitra Berbudaya, yang dilaksanakan pada hari Jumat (16/8/2019) kemarin.

Ketua Komunitas Diajeng Semarang, Maya Diana Kusuma‎ mengatakan kegiatan tersebut merupakan program Roadshow Edukasi Budaya yang rutin dilakukan setiap bulannya.

‎"Kami datang ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan kekayaan budaya di Indonesia," ujar dia.

Hari Kemerdekaan Ke-74 Republik Indonesia, Para Pendaki Upacara Bendera di Gunung Lawu

Menurutnya, kegiatan itu muncul karena ada keprihatinan mengenai rasa nasionalisme anak generasi muda yang mengalami penurunan.

Sehingga, mereka perlu memberikan edukasi lewat kegiatan fashion show, flashmob, dan tutorial mengenakan jarik (kain batik).

"Makanya kami mengemas acara ini agar anak-anak muda juga bisa mengenal dan menyukai batik. Saat fashion show 10 siswa ini juga dibuat modern, karena bawahannya mengenakan jeans dan sneakers," ujar dia.

‎Sehingga dengan begitu, dia bisa menghapuskan pandangan jika mengenakan batik tersebut adalah kuno.

Pasalnya, busana tradisional juga bisa dipadukan dengan gaya modern sehingga bisa dipakai untuk acara sehari-hari.

"‎Makanya sampai sekarang sudah tidak terhitung lagi sekolah yang kita kunjungi. Tapi kalau sekolah swasta, Krista Mitra ini sekolah yang kedua," ujar dia.

Seorang Kakak Suruh Adiknya Mencuri, Hasilnya untuk Sewa Perempuan, Sang Adik Tak dapat Apa-apa

Sebelum acara dilaksanakan, sejumlah guru sudah meminta siswa untuk membawa jarik ke sekolah. Namun benar saja, ternyata banyak siswa yang tidak menget‎ahui apa itu jarik.

Halaman
12
Penulis: raka f pujangga
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved