Warga Candi Semarang Pasang Spanduk di Depan Asrama Mahasiswa West Papua : NKRI Harga Mati!
Kami warga Kel. Candi tidak setuju Asrama West Papua digunakan untuk kegiatan yang mengarah pemisahan Papua dari NKRI.
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Candi, Semarang memasang spanduk bertuliskan "Kami warga Kel. Candi tidak setuju Asrama West Papua digunakan untuk kegiatan yang mengarah pemisahan Papua dari NKRI. Jika hal tersebut di atas dilakukan kami sepakat menolak Keberadaan West Papua di Kelurahan Candi."
Spanduk tersebut dipasang oleh warga, Minggu (18/8/2019) sekitar pukul 07.00.
Tokoh masyarakat RW 4 Kelurahan Candi, Maryanto, mengatakan, pemasangan spanduk tersebut dilakukan oleh warga ketika ada acara jalan sehat.
• Pangdam dan Kapolda Dievakuasi saat Akan Negosiasi dengan Massa Kerusuhan Manokwari
• BREAKING NEWS: Semburan Api Keluar dari Tanah Gegerkan Warga Tanon Sragen
• Putra Kasat Reskrim Polres Pekalongan Tertabrak Kereta Api Saat Berswafoto, Kecelakaan di Solo
• Pertama Kali dalam Sejarah, Pasangan Ini Gelar Resepsi Pernikahan di Sam Poo Kong Semarang
Sehingga terlihat banyak orang yang terlihat dalam foto yang beredar.
Jalan sehat tersebut dalam rangka HUT ke-74 RI.
"Bukan diskriminasi, kami melakukan ini bukan hanya untuk anak Papua tetapi seluruh warga.
Apabila ada kegiatan yang mengarah ke pemisahan NKRI ya kami usir," katanya.
Menurutnya, kegiatan yang menjurus pemisahan Papua dari Indonesia beberapa kali diselenggarakan di asrama.
Seperti diskusi tentang kemerdekaan Papua sekitar sebulan yang lalu.
"Diskusi itu sempat kami cegah.
Kami datang, intinya warga keberatan kalau ada diskusi semacam itu yang dilaksanakan di Asrama West Papua.
Silakan ke tempat lain," ucap mantan Ketua RW 4 Kelurahan Candi tersebut.
Ia mengatakan, selama ini mahasiswa yang tinggal di asrama terkesan eksklusif.
Menurutnya, hal tersebut terjadi sejak sekitar lima tahun lalu.
Mahasiswa yang tinggal di asrama minim sosialisasi dengan warga.