Berbahayakah Mikroplastik yang Masuk ke Tubuh saat Minum dari Botol Plastik? Ini Jawaban WHO

Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) menemukan bahwa partikel plastik yang besar dan kebanyakan yang kecil, hanya singgah di dalam tubuh tanpa diserap.

Berbahayakah Mikroplastik yang Masuk ke Tubuh saat Minum dari Botol Plastik? Ini Jawaban WHO
diego_cervo
ilustrasi botol plastik. 

TRIBUNJATENG.COM - Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) menemukan bahwa partikel plastik yang besar dan kebanyakan yang kecil, hanya singgah di dalam tubuh tanpa diserap.

Namun organisasi itu mengatakan temuan ini didasari ‘informasi terbatas’ dan menyerukan penelitian lebih lanjut tentang isu mikroplastik ini.

"Kita perlu tahu lebih banyak secepatnya," kata Badan Kesehatan PBB itu.

Mikroplastik didefinisikan sebagai potongan kecil (ukuran kurang dari 5mm) pada segala macam sampah plastik, ditemukan di sungai, danau, sumber air minum, dan air minum kemasan.

Aura Kasih Marah Disebut Pabrik Susu, Yan Widjaya Meminta Maaf

Dalam laporan pertama tentang isu ini, WHO mengatakan mikroplastik tampaknya tidak merupakan bahaya bagi kesehatan pada levelnya yang sekarang.

Penelitian yang layak tentang plastik di air baru dimulai dalam beberapa tahun terakhir, jadi bukti yang tersedia sejauh ini sangat terbatas.

Lebih dari itu, penelitian yang dilakukan belum terstandardisasi, dengan para peneliti menggunakan saringan yang berbeda-beda untuk menghitung jumlah partikel plastik yang terkandung dalam berbagai sumber air.

"Untuk mengatakan satu sumber air mengandung 1000 mikropartikel per liter, dan sumber lainnya hanya mengandung satu, bisa tergantung pada ukuran filter yang digunakan," kata Dr. Bruce Gordon dari WHO menjelaskan.

"Kita ada pada titik dimana metode studi yang digunakan agak lemah," ujarnya.

Pergi Diam-diam untuk Besarkan Payudaranya, Ibu Muda Ini Tewas di Meja Operasi

Meski demikian Dr. Gordon mengatakan bahwa riset yang tersedia bisa "cukup menenangkan" bagi konsumen.

WHO mengatakan bukti menunjukkan bahwa semua partikel plastik yang besar, dan kebanyakan yang lebih kecil, hanya singgah di dalam tubuh tanpa diserap sama sekali.

Karena itu, WHO lebih berkonsentrasi pada "bahaya yang sudah dikenali" dalam air.

"Dua miliar orang minum air yang terkontaminasi feses. Dan itu menyebabkan satu juta kematian setiap tahun. Itu harus menjadi fokus," ujar kata Dr. Gordon.

Polres Temanggung Tangkap Seorang Wanita Pengedar Sabu-sabu, Dibayar Rp 300 Ribu per Transaksi

Meski demikian, WHO juga memandang polusi plastik sebagai masalah yang mendesak. Badan PBB itu menyarankan masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sebisa mungkin, dan memperbaiki program daur ulang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO: Mikroplastik dalam Botol Kemasan Tak Berbahaya untuk Kesehatan"

Editor: suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved