Pergi Diam-diam untuk Besarkan Payudaranya, Ibu Muda Ini Tewas di Meja Operasi

Seorang ibu muda asal Tiongkok meninggal dunia saat menjalani operasi pembesaran payudara.

Pergi Diam-diam untuk Besarkan Payudaranya, Ibu Muda Ini Tewas di Meja Operasi
Asia Wire via Dailymail.co.uk
Yang Xue tewas usai menjalani operasi payudara. 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang ibu muda asal Tiongkok meninggal dunia saat menjalani operasi pembesaran payudara.

Ibu muda bernama Yang Xue (28) ini ternyata menjalani operasi pembesaran payudara tanpa memberitahu suami ataupun keluarganya.

Kejadian yang terjadi di Klinik Bedah Plastik Wanhe, Nanyang, China ini bermula saat Yang pergi pukul 10.00 waktu setempat tanggal 18 Agustus 2019 lalu.

Pengakuan Pemeran Wanita dalam Video Vina Garut, V Terpaksa Ikuti Keinginan sang Suami

Usai operasi, Yang Xue dikabarkan mengalami pendarahan dari mata, hidung, mulut, telinga, serta lehernya dipenuhi dengan bekas jarum.

Melansir dari Mirror.co.uk pada Kamis (22/8/2019), pihak keluarga baru mengetahui setelah mendapatkan kabar bahwa Yang telah meninggal.

"Saya mengetahui kondisinya Yang kritis pada pukul 5.35 sore," terang sang suami, Zhang.

"Mereka memberi tahu bahwa pihak medis masih berusaha untuk menyelamatkannya. Tapi setelah petugas medis tiba, Yang dinyatakan telah meninggal," lanjutnya.

Wisatawan Asal China Tewas Terjatuh di Objek Wisata Devil Tears Lembongan Klungkung Bali

Zhang mengklaim bahwa dokter klinik tidak melakukan operasi sesuai prosedur.

Suami Yang tersebut juga mengatakan bahwa syarat membuka klinik kecantikan di sana tidak dilengkapi untuk menangani komplikasi medis.

Yang Xue tewas usai menjalani operasi payudara.
Yang Xue tewas usai menjalani operasi payudara. (Asia Wire via Dailymail.co.uk)

"Istri saya mengalami pendarahan di mata, hidung, mulut dan telinganya. Lehernya dipenuhi bekas jarum," terang Zhang.

Polres Temanggung Tangkap Seorang Wanita Pengedar Sabu-sabu, Dibayar Rp 300 Ribu per Transaksi

Zhang mengaku bahwa ia tidak tahu istrinya akan melangsungkan operasi.

"Tidak ada yang ditandatangani. Mereka menunjukkan tanda tangan, tapi itu jelas palsu. Itu jelas tidak ditandatangani oleh istri saya," terang Zhang.

Pihak berwenang telah menutup klinik tersebut untuk penyelidikan.

Namun, dari pihak kepolisian maupun juru bicara berwajib tidak menjelaskan secara rinci terkait kasus ini. (*)

Editor: suharno
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved