Menyantap Sego Brabuk di Kawasan Wisata Candi Centho Karanganyar, Ada Beragam Olahan

Menurutnya, bedanya nasi jagung di daerah lain dengan sego brabuk miliknya ialah komposisinya

Menyantap Sego Brabuk di Kawasan Wisata Candi Centho Karanganyar, Ada Beragam Olahan
Tribunjateng.com/Agus Iswadi
kuliner khas di Kawasan Candi Cetho, sego brabuk. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pergi ke suatu tempat, rasanya tidak lengkap apabila tidak menikmati makanan khas di daerah tersebut.

Jika singgah di kawasan wisata Candi Cetho yang berada di Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar, sempatkanlah mencicipi makan khas di daerah itu, yakni sego brabuk.

Kuliner khas berbahan dasar nasi jagung.

Kuliner zaman dulu yang dikonsumi sebagai pengganti nasi itu kini dapat ditemui di Omah Poleng.

Resto yang letaknya tidak jauh dari kawasan wisata Candi Cetho.

"Di Candi Cetho kental dengan budayanya. Kami buat rumah makan kecil-kecilan. Kita tambahkan nuansa tradisionalnya (menyajikan sego brabuk)," kata Pemilik Omah Poleng, Teguh Pambudi kepada Tribunjateng.com.

Menurutnya, bedanya nasi jagung di daerah lain dengan sego brabuk miliknya ialah komposisinya.

Apabila di daerah lain jagung yang sudah melalui proses pengolahan dicampur dengan nasi, sego brabuk murni berbahan jagung.

Sebagai pelengkap kuliner berbahan dasar nasi dari jagung itu, ada daun bribil, jerembak, sawi, sambal teri-kacang, botok, sambal terasi, peyek dan ikan tongkol goreng.

Ada beragam olahan sego brabuk seperti nasi brabuk bakar dan goreng. Untuk dapat merasakan nikmatnya sego brabuk, cukup merogoh kocek berkisar Rp 12 ribu-15 ribu.

Ditemani segelas teh hangat, sego brabuk akan lebih nikmat apabila disantap di sekitaran kawasan Candi Cetho yang memiliki hawa sejuk. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved