Pantai Laguna Lembupurwo Kebumen, Tempat Bertelur Penyu Selama Juli hingga Agustus

Beberapa waktu lalu warga Desa Lembupurwo kembali menemukan bangkai penyu di hamparan pasir pantai Laguna.

IST
Ilustrasi - Penyu bertelur. Ist 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Beberapa waktu lalu warga Desa Lembupurwo kembali menemukan bangkai penyu di hamparan pasir pantai Laguna.

Ini bukan kali pertama.

Setahun sebelumnya, 2018, penyu dalam kondisi tak bernyawa juga ditemukan di lokasi sama. Penyebab pasti kematian penyu itu masih teka-teki.

Sebenarnya penemuan bangkai penyu tak begitu mengagetkan warga.

Pantai Laguna memang dikenal sebagai tempat mendaratnya penyu laut.

Hamparan pantai berpasir itu menjadi tempat favorit bagi penyu betina untuk bertelur.

Masyarakat setempat sudah biasa melihat penyu mendarat di pantai di waktu-waktu tertentu.

Namun jangan harap mudah menjumpai satwa laut ini di pantai sewaktu-waktu.

Saking Senangnya, Dedy Yon Turun dari Panggung Ikut Menari Bersama Peserta Karnaval

Unik, Wajah Anggota DPRD Karanganyar Terpilih Periode 2019-2024 Meriahkan Karnaval Pembangunan

Komentari Pertumbuhan Aset PD BPR Bank Daerah Pati, Bupati Haryanto: Kuncinya Ada pada Pimpinan

Bupati-Wakil Bupati Karanganyar dan Forkopimda Kompak Kenakan Kostum Pejuang di Acara Karnaval

Penyu ternyata lebih suka menghabiskan waktunya di laut.

Hanya sesekali penyu betina mendarat ke pantai.

Ini pun sekadar untuk menitipkan telur yang dikubur dalam pasir.

Karenanya, kemunculan penyu sukar diprediksi.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Desa Lembupurwo Marzuki mengatakan, di pantai Laguna, penyu biasanya mendarat untuk bertelur pada tengah malam.

Pun tidak setiap malam penyu itu mau mendarat.

Penyu mendarat saat hendak berkembang biak atau bertelur.

Musim kemarau, antara Juli-Agustus, disebutnya sebagai musim betelur bagi penyu.

"Kalau mau lihat penyu tengah malam.

Biasanya betelurnya Juli-Agustus, musim dingin lah seperti sekarang,"katanya

Di malam yang hening itu, penyu betina biasa menampakkan wujudnya ke daratan pantai.

Saat pantai sepi, satwa itu berburu lokasi yang cocok untuk menyimpan telur.

Penyu betina yang tengah bunting mendarat tanpa didampingi pejantannya.

Satwa itu akan menggali sendiri pasir di pantai untuk membangun sarang bagi telur-telurnya.

Marzuki pernah melihat, satu indukan bisa melahirkan 75 telur dalam satu sarang.

Meski berada di darat, tidak mudah ternyata menemukan lokasi sarang penyu.

Penyu rupanya pandai merahasiakan sarangnya hingga tak diketahui makhluk lain.

Menurut Marzuki, penyu betina punya cara untuk mengelabuhi makhluk lain agar tak mengusik sarangnya.

Penyu akan menutup telurnya dalam lubang menggunakan pasir hingga rata kembali seperti sebelum digali.

Satwa itu nyaris tak meninggalkan jejak tubuhnya di atas sarang yang tertutup pasir.

Pekerjaannya sangat rapi.

Baru berjarak sekitar 1 hingga 2 meter dari sarang itu, kata dia, biasanya terlihat seperti jejak kaki penyu.

Orang yang tak tahu pastinya akan mengira sarang itu berada di dalam permukaan pasir yang terdapat jejak tubuh penyu.

"Gak kelihatan sarangnya, rapi sekali,"katanya

Marzuki memastikan, keberadaan penyu di pantai Lembupurwo aman dari perburuan warga.

Ia mengakui, di sisi lain, kelestarian penyu di pantai Laguna dipengaruhi kepercayaan sebagian masyarakat tentang mitos seputar penyu.

Konon, mitosnya, warga yang berani menangkap dan mengambil daging penyu untuk dikonsumsi, maka daging orang itu atau keturunnya akan menjadi penggantinya alias meninggal.

Lepas percaya atau tidak, bagi Marzuki, mitos yang berkembang di masyarakat itu nyatanya ada sisi positifnya.

Kelestarian penyu dengan demikian tetap terjaga lantaran tidak ada orang yang berani mengusik keberadaannya.

Jika pun ada warga yang berani memanfaatkan telur penyu, ia akan mengambil sedikit atau secukupnya dari sarang.

Selebihnya, telur-telur itu ditutup kembali dengan pasir dan dibiarkan menetas hingga anak-anak penyu kembali ke laut.

Sebagian masyarakat memang percaya, telur penyu berkhasiat bagi kesehatan.

"Itu telurnya tidak amis.

Kecuali kalau kena air amis sekali,"katanya. (aqy)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved