Rumah Sakit Columbia Asia Semarang Adakan Seminar Merdeka Dari Nyeri Pinggang
Dalam rangka memperingati HUT ke 74 RI, RS Columbia Asia Semarang menggelar Seminar Awam “Merdeka dari Nyeri Pinggang” di ruang Poli Rawat Jalan
Penulis: Adelia Sari | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Dalam rangka memperingati HUT ke 74 RI, RS Columbia Asia Semarang menggelar Seminar Awam “Merdeka dari Nyeri Pinggang” di ruang Poli Rawat Jalan, lantai dasar pada Minggu (25/8/2019).
Seminar ini juga merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh RS Columbia Asia Semarang setiap bulannya.
Sebagai fungsi sosial dan fungsi edukasi kepada masyarakat Kota Semarang.
Acara ini diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari Komunitas Columbia Gold dan masyarakat sekitar RS Columbia Asia Semarang.
"Tujuan seminar ini untuk mengenalkan RS Columbia Asia Semarang kepada masyarakat sekitar, agar masyarakat Semarang semakin peduli dengan kesehatannya. Sekaligus kita memperingati HUT ke 74 RI, oleh sebab itu kita ambil tema Merdeka dari penyakit," ucap Marketing Executive RS Columbia Asia Semarang, Adi Marina.
Tema yang dibahas adalah Merdeka dari nyeri pinggang dan dibawakan oleh Dr. dr. Eriawan Agung Nugroho, SpU sebagai Spesialis Urologi.
Nyeri pinggang dipilih karena penyakit ini sering diderita oleh banyak orang dari segala usia.
Penyakit inipun sering dipandang remeh oleh masyarakat.
Padahal penyakit nyeri pinggang bisa saja disebabkan oleh penyakit Batu Saluran Kemih atau batu ginjal.
Dalam pemaparannya, dr. Eriawan mengatakan jika nyeri pinggang biasa dengan gejala batu saluran kemih susah dibedakan.
"Kadang memang gejalanya sulit dibedakan. Sebagai dokter kita memastikan apakah itu berasal dari batu ginjal atau bukan," ucap dr. Eriawan
Ia menambahkan jika penderita batu ginjal di Semarang lumayan tinggi, mengingat Kota Semarang berada di pesisir pantai yang sumber airnya mengandung kapur.
Penyakit ini juga banyak dijumpai pada lansia karena faktor usia.
"Penyakit ini banyak menyerang lansia, tapi juga tidak menutup kemungkinan anak muda juga, tergantung genetik. Karena genetik juga mempengaruhi," lanjutnya.
dr. Eriawan menghimbau kepada peserta seminar dan masyarakat untuk mulai menjalani hidup sehat.
Dengan lebih banyak mengkonsumsi air putih, berolahraga, mengurangi dan minuman bersoda.
Untuk mencegah munculnya penyakit batu ginjal.
Selain seminar, para peserta yang datang juga mendapat fasilitas mini MCU dan makan siang.
RS Columbia Asia Semarang sendiri rutin menggelar seminar kesehatan setiap bulannya.
Tentunya dengan tema yang berbeda dan Dokter Spesialis yang berpengalaman di bidangnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rumah-sakit-columbia-asia-semarang-adakan-seminar-merdeka-dari-nyeri-pinggang.jpg)