Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sepasang Burung Murai Batu Albino Milik Mahbub Dijual Seharga Mobil Innova Baru

Riuhnya suara kicau burung terdengar dari sebuah rumah di Jalan Pasundan, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Riuhnya suara kicau burung terdengar dari sebuah rumah di Jalan Pasundan, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Rumah tersebut merupakan milik Mahbub Junaedi yang merupakan peternak burung murai batu (Copsychus malabaricus).

Mahbub merombak lantai dua rumahnya menjadi tempat penangkaran burung.

BREAKING NEWS: Pura-pura Lapor, AP Bacok Polisi di Polsek Tlogowungu Pati

Reaksi Koko Saat Dipertemukan dengan Anak Plt Bupati yang Diduga Serobot Posisinya Sebagai Paskibra

Risma Senang Bukan Kepalang Dapat Surat dari FIFA, Surabaya Kandidat Tuan Rumah Piala Dunia U20 2021

Fadli Zon Singgung Mobil Esemka, Semua Narasumber di ILC Langsung Tertawa

Tak hanya murai untuk aduan kicau yang ia kembangbiakkan, bahkan murai batu albino yang memiliki harga selangit juga ia tangkar.

Usaha mengembangbiakkan murai batu sudah dilakoni Mahbub sejak 2015 lalu.

Dia pun kini menjadi satu di antara peternak burung terbesar di Kota Pekalongan.

Tak tanggung-tanggung, hasil bisnis yang ia jalani hampir 4 tahun itu membuahkan satu mobil, sepeda motor, dan rumah kos.

Mahbub menuturkan, murai batu tak pernah surut peminatnya.

Bahkan perlombaan kicau diadakan setiap minggu.

“Saya realistis saja karena hobi yang saya tekuni juga menghasilkan uang.

Untuk itu, saya beternak burung murai batu,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Senin (26/8/2019).

Di lantai dua rumah Mahbub terdapat belasan ekor pasang burung murai batu yang ia kembangbiakkan.

Pejantannya sudah memenangkan perlombaan tingkat regional dan nasional.

“Indukan saya pilih yang sudah menjuarai perlombaan tingkat nasional.

Jadi anakan burung yang saya ternak juga berkualitas.

Saya jual anakan rentang usia 2 sampai 4 bulan kisaran Rp 3 juta sampai Rp 5 juta,” paparnya.

Mahbub menyebutkan, harga burung dewasa di peternakannya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

“Kalau sekarang murai batu termahal yang saya miliki berjenis albino.

Harga untuk anakannya mencapai Rp 45 juta.

Sedangkan yang sudah berusia 6 bulan ke atas mencapai Rp 70 juta.

Kalau sepasang murai batu albino siap diternak setara harga mobil Toyota Innova baru,” ujarnya.

Sesuai catatan, harga terendah Innova sedikit di atas Rp 300 juta.

Kalau yang paling mahal sekitar Rp 500 juta.

Perawatan dan ketersedian pakan berprotein tinggi menjadi kunci dalam mengembangbiakkan murai batu.

“Kuncinya perawatan, baik burung dewasa maupun anakan.

Kalau anakan harus lebih teliti karena anakan berusia 1 minggu hingga 2 bulan.

Satu jam sekali harus diberi makan, jangan sampai terlambat.

Perumpamaannya merawat bayi sendiri,” imbuhnya.

Ia menambahkan, anakan murai batu yang ia ternak biasanya dibeli pecinta burung kicau asal Jakarta, Sumatera hingga Malaysia.

“Hobi bisa menghasilkan jika benar-benar ditekuni.

Saya membuktikannya sendiri,” tambahnya.

Murai batu tersebar di seluruh pulau Sumatera, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa.

Beberapa pakar menganggap ras dari Kalimantan Utara Murai alis putih (Copsychus malabaricus stricklandii) sebagai spesies tersendiri.

Di habitat asli, murai batu cenderung memilih hutan alam yang rapat atau hutan sekunder.

Murai batu merupakan kelompok burung yang dikenal sebagai teritorial dan sangat kuat dalam mempertahankan wilayahnya (Thruses).

Burung murai batu memiliki suara kicauan yang bagus sehingga mendapat penghargaan terbaik atas nyanyiannya yang sangat indah pada tahun 1947.

Burung murai batu merupakan kelompok burung yang di gemari di kalangan para pecinta kicauan karena memiliki suara atau spesifikasi kicauan yang sangat baik.

Di Sumatera, banyak ditemukan burung jenis murai batu, semisal murai batu aceh, murai batu medan, murai nias, dan murai batu lampung.

Penyebaran murai batu di Jawa saat ini sangat terbatas.

Hanya di temukan di beberapa tempat yang berhutan, seperti di tempat-tempat konservasi atau tempat wisata alam semisal Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Nasional Meru Betiri dan Hutan Wisata Pananjung Pangandaran. (bud)

70 Polwan Polres Semarang Mendadak Diperiksa Provost, Ada Apa?

Baru Seminggu Rujuk dengan Suami, Yuni Harus Mendekam di Penjara Gara-gara Jual Ini

Update Temuan 4 Kerangka di Banyumas, Ditemukan Bertumpuk, Diduga Dimasukkan Kondisi Tertekuk

Unggahan Lucky Hakim Soal Gigitan Ular Weling Viral, Netizen Heboh

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved