Meski Petani Meminta Ditunda, DPUPR Kendal Tetap Keringkan Bendungan Juwero di Gemuh
Pengeringan saluran irigasi yang bersumber Bundengan Juwero Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: suharno
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pengeringan saluran irigasi yang bersumber Bundengan Juwero Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal tetap terlaksana meski para petani meminta penundaan pengeringan tersebut.
Pengeringan tersebut sudah dilakukan sejak tanggal 1 September 2019.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono mengatakan penutupan pintu air saluran irigasi itu merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi.
Pihaknya pun juga telah memberitahukan kepada para petani terkait rencana pengeringan tersebut.
"Pengeringan ini merupakan program tahunan yang dilakukan untuk memutus siklus kembang biak hama yang merusak tanaman. Selain itu juga ada program perbaikan saluran irigasi yang rusak dan perbaikan bendungan juwero," ujarnya, Selasa (3/9/2019).
Sugiono menambahkan bahwa pihaknya juga ikut membantu sawah milik petani yang membutuhkan air.
Namun pihaknya hanya dapat membantu sawah yang kemungkinan diselamatkan cukup besar.
"Kami akan bantu pompa air, namun saat ini debit air di bendungan Juwero hanya 3000-4000 liter per detik. Debit itu tidak dapat memenuhi semua sawah. Maka kami prioritas yang dapat diselamatkan," ujarnya
Sebelumnya , Ketua HKTI Kendal Tardi meminta dinas terkait untuk menunda pengeringan saluran irigasi yang bersumber dari Bendungan Juwero.
Menurutnya saat ini tanaman padi di sekitar aliran sungai irigasi itu sedang tahap bunting sehingga memerlukan air. (dap)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bendungan-juwero-kecamatan-gemuh-kabupaten-kendal.jpg)