ILC heboh saat Pemuda Papua Mamat Alkatiri Beri Pesan untuk Jokowi
Tokoh Pemuda Papua, Mamat Alkatiri memberikan pesan kepada staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya agar disampaikan ke Jokowi.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Tokoh Pemuda Papua, Mamat Alkatiri memberikan pesan kepada staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya agar disampaikan ke Jokowi.
Hal tersebut diungkapnya di ILC yang tayang pada Selasa (3/9/19).
Mamat Alkatiri mengatakan bahwa persoalan Papua tidak hanya dibahas di kalangan elite.
• Bandingkan Bendera Kejora dengan Bendera Tauhid, Mahfud MD Dapat Tepuk Tangan Meriah
• Wawancara Eksklusif Abdul Aziz : Saya Butuh 2-3 Bulan Merevisi Disertasi di UIN Sunan Kalijaga Ini
• Pemilik Sepeda Motor Misterius di Purbalingga Akhirnya Diketahui, Begini Pengakuannya
• PAN Jateng akan Mengusung Primus Yustitio Melawan Hendrar Prihadi di Pilkada 2020
"Pak Lenis, kita tidak bisa bertengkar terus di kalangan elit. Ini curhat anak Papua, A dituduh B macam-macam, sementara di bawah saudara kita sedang berkelahi," ujar Mamat.
Mamat berpesan kepada Jokowi untuk membuka dialog kepada seluruh pemuda.
"Pak Jokowi jangan dialog sama yang di atas para elit, cobalah ketemu dengan mahasiswa Papua, misalnya paguyuban mahasiswa wamena, paguyuban mahasiswa fakfak, paguyuban mahasiswa papua barat, ketua asramanya diajak dialog, selama ini kan abu-abu, yang diatas ngomongnya apa, padahal di bawah tidak begitu, " ujar Mamat.
Mamat berharap agar semua bersatu menyelesaikan permasalahn Papua.
"Sudah saatnya kita tidak bertengkar soal posisi, saatnya kita tidak bertengkar atas nama pribadi atau golongan, kita harus berbicara Papau yang baru karena 10-30 tahun ke depan ada di tangan kami generasi sekarang," ujarnya.
Mamat berharap agar permasalahan papua melibatkan pemuda dalam mencari solusinya.
Mamat menekankan bahwa anak muda butuh diajak berdiskusi.
"Bukan lagi di tangan bapak-bapak ini, ajak kami bicara, kami siap untuk bicara, sementara kami buka diskusi dituduh separatis, kami mau bicara apa?," ujar Mamat.
Sontak ucapan Mamat tersebut banjir tepuk tangan penonton.
Mamat mengatakan bahwa tahun 2015 pernah ada pengepungan asmara Mahasiswa Papua di Jogja.
"Tahun 2014/2015, pernah ada pengepungan asrama Papua di Jogja, lebih besar lebih seram dari Surabaya, pengepungan asrama Papua oleh ormas-ormas bergaya militer, saat ini mahasiswa papua hanya ingin melakukan diskusi doang, subuh-subuh sudah digrebek, sudah dikepung, katanya kita pro sparatisme," ujarnya.
Mamat mengatakan bahwa mahasiswa papu butuh berdiskusi agar semakin cerdas.
"Kalau selamanya kita tidak membiarkan mahasiswa Papua berdiskusi, terus kami dituntut untuk cerdas bagaimana? kami ya cerdas dengan cara diskusi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mamat-alkatiri-sebut-jokowi-orang-baik-tetapi-ada-hal-yang-ia-sesalkan.jpg)