MAPSI Tingkat Kabupaten Semarang Lombakan Cabang Kewirausahaan Islami
Ajang seleksi Mata Pelajaran dan Seni Islam (MAPSI) tingkat Kabupaten Semarang melombakan kewirausahaan Islami sebagai satu dari cabang yang
Penulis: amanda rizqyana | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ajang seleksi Mata Pelajaran dan Seni Islam (MAPSI) tingkat Kabupaten Semarang melombakan kewirausahaan Islami sebagai satu dari cabang yang dilombakan.
Ketua Panitia Pelaksana Lomba MAPSI tahun 2019, Muhammad Ja’far, mengatakan, pemilihan kewirausahaam sebagai lomba dimaksudkan untuk mengenalkan semangat wirausaha Islami kepada para siswa sejak usia dini.
"Selain cabang mata pelajaran dan seni Islami serta baca tulis Alquran, juga dilombakan cabang kewirausahaan Islami,” urainya disela-sela acara pembukaan Lomba MAPSI tingkat Sekolah Dasar se Kabupaten Semarang tahun 2019 yang diadakan di SMP Negeri 4 Ungaran Kabupaten Semarang pada Kamis (5/9/2019) siang.
Ja’far menambahkan, lomba MAPSI rutin diselenggarakan oleh kelompok kerja guru agama.
Tujuan dari pelaksanaan lomba ini ialah untuk menanamkan karakter dan moral Islami yang kuat kepada peserta didik sejak dini dan sebagai seleksi peserta ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.
"Pelaksanaan cabang kewirausahaan diharapkan dapat memperkaya bekal pengetahuan peserta sehingga tidak hanya terbentuk karakter moral yang baik namun juga semangat berinovasi sejak usia sekolah dasar," terang Jafar.
• Subiyah dan Ratusan Warga Lainnya Dapat Bantuan Sebesar Rp 1 Juta dari Pemkab Semarang
• Tunggakan Penghuni Rusunawa Kraton Kota Tegal Hampir Rp 500 Juta
Ia sangat optimis ajang lomba MAPSI ini, akan ditemukan bibit-bibit unggul yang bisa berkiprah dan berprestasi tinggi.
Sebab beberapa tahun lalu, Kabupaten Semarang pernah menjadi juara umum tingkat Jawa Tengah.
Cabang lomba yang diandalkan antara lain tilawah dan hapalan Al Qur’an.
Pembukaan Lomba MAPSI ditandai pemukulan rebana oleh Bupati Semarang H Mundjirin dan selanjutnya juga diserahkan piala bergilir Bupati Semarang kepada panitia pelaksana.
Mundjirin menilai ajang lomba MAPSI ini sangat penting untuk membantu membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berpengetahuan luas.
"Sepuluh hingga lima belas tahun mendatang, anak-anak peserta lomba kali ini akan ikut mewarnai masa Indonesia Emas tahun 2045.
Karenanya, pendidikan karakter dan moral mereka sejak sekarang sangat penting sebagai modal awal mereka berkiprah di masa mendatang,” tuturnya.
Di tengah fenomena degradasi moral di kalangan generasi muda saat ini, lanjut Bupati, ajang MAPSI bisa menjadi salah satu wahana penting membendungnya.
Diingatkan pula, menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mapsi.jpg)