Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Masih Ada Logo Djarum, Susi Susanti : Tidak Ada Eksploitasi, Itu Keinginan Anak dan Orang Tua

Masih ditemukan papan logo pada nomor punggung para peserta masih ada logo Djarum

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Kabid Pembinaan PB PBSI Susi Susanti (tengah) didampingi oleh Ketua Pelaksana Teknis PB Djarum Fung Permadi (kiri) dan Sekjen PB PBSI Achmad Budiharto (kanan), saat jumpa pers di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Senin (9/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO -  Sesaat setelah melakukan audiensi dengan Pemkab Banyumas, Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatti menganggap audisi bulutangkis yang sedang diselenggarakan di Purwokerto masih memiliki unsur eksploitasi anak.

"Masih ditemukan papan logo pada nomor punggung para peserta masih ada logo Djarum," katanya dalam jumpa pers dengan media di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Senin (9/9/2019).

Namun pandangan berbeda disampaikan oleh Susi Susanti, selaku Kabid Pembinaan PBSI yang mengatakan anggapan adanya eksploitasi itu adalah sesuatu hal yang keliru.

"Jika ada eksploitasi anak kita mesti tanyakan pada orang tua apakah hal itu bentuk eksploitasi.

Sama sekali tidak ada eksploitasi, itu adalah keinginan anak dan orang tua.

Tidak mungkin anak-anak itu bisa juara dunia tiba-tiba sim salabim langsung menjadi juara dunia," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Senin (9/9/2019).

Menurut Susi, Bulu Tangkis adalah kemampuan dimana anak-anak harus disiplin, dan membangun karakter.

Susi sangat mempertanyakan dalam hal apa eksploitasi tersebut.

"Kalau ada eksploitasi berarti Saya, Kevin Hendra, Akhsan adalah hasil eksploitasi dong.

Tapi kami yang akhirnya mengibarkan merah putih," imbuhnya.

Terkait dengan polemik eksploitasi, Susi menyarankan agar hal tersebut dikembalikan lagi ke masyarakat apakah mereka mengalami eksploitasi tersebut.

"Saya rasa agak keliru, ini adalah pembinaan," tandasnya.

Susi Susanti mencoba membandingkan pembinaan atlet di China yang pemerintahnya sangat menjamin.

"Kita di Indonesia untuk biaya latihan saja sendiri.

Saya rasa ini adalah sebuah kekeliruan," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved