Kemenpora Angkat Bicara Soal Polemik Penghentian Audisi PB Djarum, Ini Katanya

Polemik mengenai penghentian audisi PB Djarum yang dinilai oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai bentuk ekploitasi anak, Kementerian

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Dr M Asrorun Niam Sholeh selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI seusai memberikan pengarahan kepada peserta seminar kewirausahaan, Selasa (10/9/2019) di auditorium kampus 3 UIN Walisongo Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polemik mengenai penghentian audisi PB Djarum yang dinilai oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai bentuk ekploitasi anak, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) yang dalam hal ini disampaikan Dr M Asrorun Niam Sholeh selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI angkat biacara.

Saat ditemui dalam kegiatan Seminar Kewirausahaan kalangan pemuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, ia menuturkan dalam waktu dekat akan menginisiasi pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dr Imam Nahrawi bersama pihak-pihak terkait guna menvari jalan keluar terbaik untuk para generasi muda.

"Sedianya hari ini namun pak Menteri sedang di luar kota, mudah-mudahan dalam waktu dekat ada dialog untuk mencari jalan keluar terbaik sehingga kepentingan fasilitasi pencarian minat bakat anak-anak berprestasi di bidang olahraga tetap jalan," terangnya, Selasa (10/9/2019).

Tidak hanya mencari sebuah solusi saja, namun Mantan Ketua KPAI ini juga berharap pada nantinya dapat memperbaiki kebijakan yang ada guna melipatgandakan jumlah dan kuantitasnya daripada sebelumnya.

32 Penyuluh KB di Brebes Terima Fasilitas Sepeda Motor, Bupati Sebut Masih Kurang

Ingin Berdonasi Sambil Berolahraga? Yuk Ikuti Yoga For Charity di Kota Lama

Pertama Kali Digelar, 600 Anak-anak TK dan SD di Sragen Ikuti Lomba Drama Pendidikan Lalulintas

Polemik Penghentian Audisi PB Djarum, Yoppy: Kalau Dipepet Terus Tak Bisa Gerak, Harakiri To

Meski dalam hal lain, komitmen untuk memberikan perlindungan anak secara optimal dari zat adiktif tetap terlaksana.

"Seluruh kita (Kemenpora) punya tanggung jawab untuk menumbuhkan potensi anak-anak muda termasuk anak dini.

Apapun itu dan siapapun itu.

Pada saat yang sama kita mempunyai tanggungjawab untuk menumbuhkembangkan potensi anak muda," terangnya.

Selain itu, dirinya tidak ingin polemik yang ada menemui jalan buntu tanpa adanya solusi yang terbaik.

Ia mengimbau permasalah tersebut harus dirasakan dengan suasana yang dingin misal melalui jalan diskusi yang bersifat konstrukstif maupun produktif dengan semata kepentingan tunggal yakno pemajuan anak-anak yang memiliki potensi untuk ditumbuhkembangkan.

"Kami komunikasikan dengan kementeterian, lembaga juga pihak-pihak terkait secara langsung diberikan solusi terbaik.

Harus ada jalan keluar.

Fasilitasi olahraga di kalangan anak-anak.

Tidak hanya Djarum, jadi momentum pelaku usaha yang kebetulan memiliki kelebihan SDM dapat mendedikasikan kepada para remaja yang mempunyai keterampilan kewirausahaan, sosial, agama, maupun yang lainnya," pungkasnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved