Pertama Kali Digelar, 600 Anak-anak TK dan SD di Sragen Ikuti Lomba Drama Pendidikan Lalulintas
Sebanyak 600 anak-anak dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Dasar ikuti lomba drama dan cipta lagu tingkat TK dan SD.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sebanyak 600 anak-anak dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Dasar ikuti lomba drama dan cipta lagu tingkat TK dan SD.
Lomba yang diikuti TK dan SD se-Kabupaten Sragen ini diselenggarakan di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (10/9/2019).
Acara yang baru pertama kali digelar ini guna memeriahkan HUT lalu lintas Bhayangkara ke-64. Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno membuka secara langsung perlombaan tersebut.
Dedy dalam kesempatannya mengapresiasi kegiatan tersebut.
Dirinya juga mengatakan kegiatan seperti ini harus dilakukan sebagai edukasi kepada anak-anak sejak dini.
"Kedisiplinan sejak dini juga perlu ditekankan, seperti menggunakan helm saat boncengan, tidak boleh mengendarai motor diusia dini," kata Dedy.
• Dinas PUPR Anggarkan Rp 12,5 Miliar Antisipasi Masalah Banjir dan Rob di Tegal Barat
• Demi Nasi Berkat, Wafi dan Hasan RelaTempuh Jarak 175 Kilometer ke Kudus
• Budi Sebut Kota Semarang Harus Perbanyak Daerah Resapan Air
• Polemik Penghentian Audisi PB Djarum, Yoppy: Kalau Dipepet Terus Tak Bisa Gerak, Harakiri To
Menurutnya, menekankan kedisiplinan harus dimulai sejak dini atau dari anak-anak karena anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Sementara itu, pantauan Tribunjateng.com para peserta tampak begitu antusias mengikuti perlombaan itu.
Mereka juga totalitas dalam penampilan dan properti yang digunakan juga sangat mendukung.
Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Dani Permana Putra kepada Tribunjateng.com mengatakan peringatan HUT lalulintas tahun ini memang dibuat inovasi yang terbaru.
"Menurut kami adanya lomba drama dan cipta lagu SD dan TK wajib dan perlu diberikan.
Pendidikan lalu lintas serta berkaitan dengan polisi, kedisiplinan itu perlu disosialisasikan sejak dini," kata dia.
Dirinya juga mengatakan, pihaknya mempersiapkan acara ini selama satu bulan.
"Begitu kami sosialisasi, mereka langsung mengikuti kegiatan kami," lanjut dia.
"Kita lihat adik-adik sangat luar biasa tanpa diajari khsus dari kami tapi mereka bisa mengembangkan diri," lanjut dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pendidikan-lantas.jpg)