Visa Progresif Umroh Dihilangkan, tapi Biaya Umroh Justru Naik 2 Juta, Ini Penjelasan Amphuri

Biaya itu akan dibebankan sama rata baik mereka yang baru umroh ke dua kali atau pertama kali

Visa Progresif Umroh Dihilangkan, tapi Biaya Umroh Justru Naik 2 Juta, Ini Penjelasan Amphuri
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Sekretaris Amphuri Jateng Muhammad Halim (kanan) menunjukan surat edaran DPP Amphuri bersama Humas Amphuri Jateng, Abdullah Munawar. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penghapusan tarif visa progresif untuk jemaah umroh oleh pemerintah Arab Saudi disebut akan menarik minat jemaah yang pernah umroh untuk kembali berkunjung ke tanah suci.

Meski demikian, seiring penghapusan visa progresif pemerintah Arab juga mengeluarkan aturan baru biaya visa Umroh dalam bentuk Goverment Fee sebesar 300 Riyal Arab Saudi.

Biaya itu akan dibebankan sama rata baik mereka yang baru umroh kedua kali atau pertama kali.

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jateng menyebut peraturan baru disambut berbeda untuk tiap jemaah.

"Ini kabar gembira bagi jamaah yang rutin umroh saat visa progresif dihilangkan. Kini mereka tidak perlu lagi harus nambah dua ribu riyal, sekitar delapan juta rupiah atau menunggu tiga tahun berikutnya," terang Sekretaris Amphuri Jateng Muhammad Halim.

Meski demikian saat ditemui di kantornya, Rabu (11/9/2019) ia menjelaskan goverment fee sebanyak 300 riyal yang akan dibebankan kepada jamaah umroh otomatis akan menambah biaya harga umroh baik jamaah biasa atau progresif.

Dari surat edaran DPP Amphuri disebutkan kenaikan biaya pengajuan visa terdiri dari proses e visa sebesar 93,9 riyal.

Basic Ground Service sebesar 105 riyal, dan Goverment Fee sebesar 300 riyal sehingga totalnya adalah 498,19 riyal.

"Itu kalau di rupiahkan sekitar Rp 2 jutaan. Nah kami berharap masyarakat memaklumi jika ada kenaikan harga umroh.

Karena komponen harga baru itu dikeluarkan pemerintah Arab Saudi, kalau kami ya inginnya progresif dihilangkan dan visanya juga tidak naik," bebernya lebih lanjut.

Amphuri Jateng sendiri menaungi sekitar 20 biro perjalanan haji di Jateng. Kebijakan setiap biro diserahkan kepada masing-masing perusahaan. Meski demikian kenaikan rata-rata akan di angka Rp 2 juta.

"Bagitu juga kebijakan menyikapi jamaah yang sudah membayar namun belum berangkat itu juga kami serahkan ke biro masing-masing. Karena biaya visa yang baru ini sudah langsung berlaku saat diumumkan kemarin," pungkasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved